Senin, 07 November 2011

KONSEP MERAIH HIDUP BAHAGIA

Arti Hidup Bahagia. 

** Bahagia didunia.**

    Kebahagian bagi setiap orang mempunyai arti sendiri sendiri, paling tidak bagi kita yang disebut bahagia adalah apabila kita diberi kemakmuran dan keberuntungan antara lain:
  • Tercukupi kebutuhan materi, uang, rumah, mobil, hiburan.
  • Sukses dalam studi, usaha, karier (profesi & politik), berkeluarga.
  • Badan yang sehat, disembuhkan sakit sakitnya.
  • Selamat, terhindar dari marabahaya
  • Penampilan yang menarik.
  • Jiwa yang tenang.
  • Bermanfaat bagi orang lain, membantu orang lain.
  • Bersama dengan yang disenangi
  • Bermakna bagi akhirat.
  • Mencintai Allah dan Rosul.
  • Panjang Umur dalam keadaan Taat kepada Allah.
  • Senantiasa dalam lindungan Allah.
  • Mendapat keberkahan dari Allah ( semua nikmat & rizki dapat membawa kebaikan & manfaat dunia akhirat )
       Untuk bisa terpenuhi semua hal diatas tentunya tidak mungkin, tetapi paling tidak salah satu dari hal diatas kita mengalaminya. Jadi tidak ada alasan kita tidak beruntung. Salah satu keberuntungan tersebut hendaknya kita syukuri sebagai tonggak mendapatkan kesuksesan berikutnya, untuk mencapai tujuan hidup yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti.

** Bahagia diakhirat **
Kebahagiaan didunia dapat dideskripsikan seperti tersebut diatas, bagaimana halnya kebahagiaan di akhirat kelak? Kebahagiaan di akhirat kelak antara lain seperti yang sering diucapkan dalam doa doa kita, mohon : 

  • Diberi rahmat & ridho Allah.
  • Diangkat derajatnya disisi Allah.
  • Bisa husnul hotimah
  • Diampuni dosa dosanya.
  • Diterima amal ibadahnya.
  • Mendapat pahala.
  • Dihindarkan dari siksa kubur & neraka.
  • Dimasukkan dalam surga Allah.
Bahagia di akhirat kelak sangat tergantung pada saat kita hidup didunia. Didunia tempat menanam di akhirat memetiknya. Bahagia didunia hendaknya dapat membawa bahagia di akhirat. Bahagia dikhirat ditentukan oleh seberapa jauh kita hidup sesuai dengan patunjuk & aturan dari Allah SWT, yaitu taat pada pedoman hidup Al Qur'an dan hadis/sunah Nabi Muhammad SAW. Kegiatan didunia (misalnya bekerja, dll.) hendaklah diniatkan untuk tujuan tujuan ibadah.


Cara Meraih Hidup Bahagia.
Tujuan Hidup.
        Tindakan & perbuatan yang kita lakukan untuk meraih kebahagiaan sangat tergantung seberapa kuat kemauan & motivasi & dorongan yang ada. Sedang motivasi itu sendiri erat kaitannya dengan tujuan & manfaat yang diinginkan, yang sesuai dengan arti bahagia menurut dirinya. Bahagia akan bisa diraih bila tujuan hidup jelas.
Ujung dari tujuan hidup adalah mengharap ridhoNya, ingin bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan taqwa, husnul hotimah. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

         Bahagia ada dalam diri kita bukan ada diluar, maksudnya bukan semata disebabkan tercapainya segala keinginan seperti tersebut diatas, tetapi sikap kita menerima apa yang terjadi baik keberhasilan maupun kegagalan. Kalau bahagia identik dengan terpenuhinya keinginan, sebaiknya keinginan dikurangi, disesuaikan dengan kebutuhan, disesuaikan dengan kondisi kita.

         Banyak contoh terpenuhinya materi tidak membuatnya tenang tetapi membuatnya menjadi cemas, stress, depresi. Disinilah perlu redefinisi tentang bahagia itu sendiri, apakah akan merasa bahagia bila keinginan keinginan ego tersebut terpenuhi atau merasa bahagia yang sesuai dengan tuntunan Illahi. Fitrahnya bahagia bagi manusia adalah dengan memberi atau berbagi dengan yang lainnya.

          Keinginan ego yang berlebihan terhadap sesuatu yang sudah menjadi kekuasaan Allah antara lain umur, rezeki, jodoh hendaklah kita kurangi atau bahkan kita pasrah. Manusia hanya wajib berusaha sedang hasil ada dalam kehendak Allah. Disinilah perlunya keyakinan keimanan yang kuat dalam kalbu kita. Tentang keinginan yang memang menjadi kewajiban seperti ingin hidup bahagia, ingin sukses, ingin berakhlak baik, ingin jadi orang bertakwa adalah ibadah yang harus kita raih.

Hormon Bahagia.
     Berpikir positif bisa membuat emosi dan suasana hati positip, karena kita sering mengingat / mengakses ke memory yang baik baik dibanding akses ke pengalaman jelek. Suasana hati yang positif pertanda hidup kita bahagia. Masalahnya bagaimana hormon hormon yang membuat rasa bahagia (a.l: dopamin, serotonin, oxytocin, endorfin) bisa dimunculkan dalam tubuh kita dengan cara cara yang baik pula.

     Kita berharap dengan melakukan kegiatan yang baik antara lain ibadah ( sholat, dzikir, solawat, membaca Al Quran, dll ) dan makan / olah raga / tidur cukup, suasana hati positip tersebut dapat dicapai. Juga hormon penyebab stress ( a.l: cortisol, norepinephrine ) dapat berkurang. Dengan tersenyum & tertawa pun, tubuh juga akan melepaskan hormon rasa bahagia tersebut terutama endorfin. Endorfin paling banyak diproduksi pada saat olah raga ( a.l: jalan kaki ) dan sholat tahajud. Secara umum sholat adalah aktifitas hati sekaligus aktivitas gerakan yang dengan izin Allah akan menyehatkan dan membuat kita bahagia. 


Taqwa
      Taqwa adalah beriman dan beramal saleh. Taqwa adalah mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Taqwa sebagai landasan motivasi diri & semangat hidup (kecerdasan spiritual), dengan meyakini & menyadari antara lain :
  • Akan pertolongan Allah, Allah pemberi jalan keluar dan penjamin rezeki.
  • Allah sebaik baik penolong dan pelindung. Allah lah pemberi keselamatan.
  • Segalanya milik Allah, semua adalah titipan Allah, kembali kepadaNya.
  • Segalanya dalam genggaman dan kekuasaan Allah.
  • Masalah adalah sebagai tantangan untuk berubah, tumbuh, naik drajat.
  • Setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
  • Beban seseorang sesuai dengan kesanggupannya.
  • Rizki tiap orang berbeda beda.
  • Jiwa yang tenang yang mencintai Allah adalah inti kebahagiaan hidup.
  • Kebahagiaan abadi adalah kebahagiaan di akhirat, didunia hanya sementara.
  • Hidup ini siklus, roda yang berputar, kadang diatas kadang dibawah.
  • Badai pasti berlalu tetapi angin sejuk juga bisa berlalu
  • Berserah diri kepada Allah, bersandar hanya kepada Allah.
  • Beribadah sebagai pengabdian cinta kepada Allah, untuk meraih ridha Nya.
  • Berdzikir hati menjadi tenang.
  • Mengikuti jalan ketaqwaan, mengikuti kehendak Illahi, mendekat kepada Nya.
  • Meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar dan menyerahkan hasil akhir kepada Allah (Qada = Qadar + Ikhtiar )
       Untuk bisa memperoleh keyakinan & kesadaran tersebut adalah dengan dua cara, melalui pengalaman sendiri dan dengan melakukan tafakur. Dengan pengalaman sendiri akan memberikan kesan yang tidak bisa dilupakan terutama apabila seseorang mengalami kejadian yang luar biasa, yang biasa kita sebut mengalami titik balik. Tafakur adalah kegiatan menyadarkan diri, membuat hal hal yang baik tidak saja hanya di otak tetapi benar benar turun ke kalbu yang selanjutnya menjadi dasar perbuatan kita sehari hari.

       Mindset keimanan yang kuat berguna untuk membentengi dari pengaruh yang tidak baik, juga dapat untuk menghadapi stres akibat beban hidup. Kita bisa beradaptasi terhadap kegagalan, kekurangan, kesusahan, kekhawatiran dengan sikap tawakal. Kita bisa mengendalikan diri dari perbuatan yang tidak terpuji.

        Keimanan ( akidah ) yang kuat menjadi dasar amal soleh ( syariah ). begitu juga sebaliknya amal soleh akan menguatkan keimanan. Keduanya saling menguatkan sehingga nilai taqwa bertambah kuat.

Sikap Tawakal 
    " Prinsip tawakal pada dasarnya pasrah akan ketentuan Allah, pasrah akan ujian dari Allah tentang ketaatan kita padaNya. Pasrah disini bukan berarti diam tetapi tetap berusaha agar perbuatan kita sejalan dengan petunjukNya. "

Sikap tawakal antara lain :

  • Tidak mempersulit diri dengan mendramatisir kekhawatiran, kecemasan, ketakutan yang belum tentu terjadi.
  • Tidak menyalahkan apapun & siapapun.
  • Tidak berkepanjangan merenungi nasib buruk, derita, ujian, musibah, bencana, petaka.
  • Tidak mengeluh selalu kekurangan / tidak pernah puas.
  • Tidak mengikuti hawa nafsu & jalan kemaksiatan.
  • Menghilangkan rasa bosan, kesal, kecewa, marah, bingung, putus asa.
  • Mohon perlindungan dari godaan syetan yang selalu mempengaruhi hawa nafsu.
  • Usaha / ikhtiar / niat adalah dalam jangkauan kita, tetapi hasil akhir adalah wilayah Allah Yang Maha Menentukan.
      Dengan membuang yang negatif, dimaksudkan agar hati & pikiran kita ada ruang yang luas untuk hal hal yang positif. Bahwa apapun yang terjadi sudah dalam ketentuan Allah. Apa yang tidak baik menurut kita justru itulah kejadian yang paling baik bagi kita menurut Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali izin Allah. Bersandar hanya pada Allah, berserah diri kepada Allah.

Akhlak Mulia

       Pada kenyataannya antara Mindset Taqwa dan Sikap Tawakal tidak bisa dipisahkan seperti dua sisi mata uang, sehingga membentuk suatu Akhlak Mulia ( watak / sifat / etika / kepribadian), yang mendasari Prilaku Ikhlas kita. Ikhlas karena berbuat sesuai perintah Allah & dengan niat ingin mendapat ridha Allah, tidak mengharapkan pujian orang. Ahlak mulia akan muncul dari qolbu yang bersih.


Prilaku Ikhlas

     Orang berakhlak mulia akan berprilaku ikhlas. Prilaku ikhlas adalah prilaku atau amal perbuatan yang didasari niat lillahi ta'ala. Dengan hati & pikiran yang berisi tentang keimanan, yang sering kita sebut kesadaran & keyakinan iIlahiyah tersebut, yang paling penting adalah mewujudkannya dalam amal perbuatan nyata yang kita lakukan. Perbuatan baik yang dilandasi keiikhlasan / niat lillahi ta'ala, mencari ridha Allah. Tidak ingin pujian orang, hanya Allah saja yang tahu. Kelak yang akan dinilai adalah amal perbuatan kita, bukan hanya ilmu saja. Ilmu yang tidak diamalkan bagai petir yang tidak mendatangkan hujan. Amal yang tidak berdasarkan ilmu bagai mendirikan rumah diatas air.
       Ikhlas adalah niat yang ada dalam hati yang bersih, dalam jiwa yang suci. Inilah motivator,awal dari segala amal perbuatan yang kita lakukan. Jika niat kita baik / ikhlas maka segala amalan akan baik juga.

Amal Soleh
        Amal soleh adalah perbuatan baik yang berdasar syariat Islam, sebagai wujud prilaku ikhlas, segala perbuatan yang menyangkut hubungannya dengan Allah SWT maupun hubungan antar sesama manusia, ini antara lain : 
      Amal Yang Menyelamatkan :
  1. Berbakti Kepada Dua Orang Tuanya
  2. Wudhunya.
  3. Zikirnya Kepada Allah.
  4. Shaum Ramadhannya
  5. Mandinya Dari Hadas Besar.
  6. Haji Dan Umrahnya.
  7. Sedekahnya.
  8. Silaturahminya.
  9. Amal Ma’ruf Nahi Munkarnya.
  10. Akhlak Baiknya.
  11. Takwanya Kepada Allah.
  12. Anak-Anaknya Yang Meninggal Waktu Kecil.
  13. Harapannya Kepada Allah.
  14. Air Matanya Karena Takut Pada Allah.
  15. Husnudzannya Kepada Allah.
  16. Shalatnya
  17. Syahadatnya 
* Amal Yang Tak Terputus :
  1. Shadaqoh jariyah
  2. Ilmu yang bermanfaat
  3. Anak shalih yang mendoakan kepada orang tuanya.
     Juga segala perbuatan baik & amal ibadah yang didasari keimanan, keihlasan dan sesuai dengan yang disyariatkan :
** Di dalam Al-Qur'an, Allah memberitahu kita tentang bermacam perbuatan baik:
  1. Menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat,
  2. Berjuang untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat Islam,
  3. Berusaha mencapai pemahaman yang lebih baik tentang Al-Qur'an,
  4. Menyelesaikan setiap persoalan umat Islam, baik yang pribadi maupun yang umum,
** Juga bentuk pengamalan ajaran Islam yang mendasar:
  1. Sahadat,
  2. Shalat
  3. Puasa
  4. Zakat
  5. Haji adalah bagian dari perbuatan baik juga.
 Perbuatan yang termasuk golongan kebajikan, ialah :
  1. Beriman kepada Allah, hari akhirat, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, qada & qadar (pen.)
  2. Memberikan bantuan yang disayanginya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang terlantar dalam perjalanan, peminta-minta, dan memerdekakan perbudakan,
  3. Mengerjakan shalat, menunaikan zakat, menepati janji yang telah diperbuat, sabar menderita kemiskinan dan kemelaratan, terutama ketika perang.   
    Juga bentuk pengamalan ajaran Islam yang mendasar seperti :Sahadat, Shalat, Puasa, Zakat, Haji adalah bagian dari perbuatan baik juga.

Perbuatan yang termasuk golongan kebajikan, ialah:

  1. Beriman kepada Allah, hari akhirat, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, qada & qadar (pen.)
  2. Memberikan bantuan yang disayanginya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang terlantar dalam perjalanan, peminta-minta, dan memerdekakan perbudakan,
  3. Mengerjakan shalat, menunaikan zakat, menepati janji yang telah diperbuat, sabar menderita kemiskinan dan kemelaratan, terutama ketika perang.
     Berbuat baik memang memerlukan biaya, tetapi lebih banyak lagi perbuatan baik yang tidak memerlukan biaya, inipun kita jarang melaksanakannya, antara lain yang paling simpel, senyum dan mengucap salam.
    Kualitas hidup kita dapat dilihat dari prilaku kita sehari hari yang dilakukan secara konsisten. Prilaku juga dapat mencerminkan ketaatan kita, sifat kita.
    Amalan bisa berupa amalan hati ( misalnya keimanan, niat ikhlas, dll), amalan lisan ( a.l : syahadat, dzikir, dll), dan amalan anggota badan ( a.l : solat, puasa, dll). Dari ketiga kelompok amalan ini, amalan hatilah yang paling utama karena semua perbuatan baik / amal soleh tergantung niatnya.

** Olah Qolbu **
Pendidikan rohani.
     Untuk bisa melaksanakan hal hal diatas mulai dari mindset takwa, sikap tawakal, ahlak mulia dan prilaku ikhlas diperlukan tidak hanya olah otak tetapi olah qolbu sehingga bisa menerima kayakinan Illahiyah secara penuh tanpa keraguan sedikitpun. Olah qolbu biasa disebut juga pendidikan rohani atau pembangunan jiwa atau penguatan kesadaran / keyakinan / keimanan / akidah. Olah qolbu diperlukan agar qolbu / hati yang selalu berbolak balik dapat bersih dapat istiqomah, hanya bertuhankan Allah semata.

Kecerdasan spiritual.
      Olah otak untuk memperolah kecerdasan intelektual yang diperlukan manusia untuk melakukan fungsinya sebagai Khalifah. Kalau Olah raga untuk kebugaran dan kesehatan tubuh, maka Olah qalbu untuk memperolah kecerdasan spiritual yang diperlukan manusia menjalankan fungsinya sebagai Abdi Allah.

Merubah kebiasaan.
      Olah Qolbu diperlukan untuk merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Olah Qolbu dilakukan dengan cara pendisiplinan diri atau pendidikan watak, yakni membiasakan diri melatih mengerjakan perbuatan baik secara terus menerus sehingga akhirnya menjadi etika/watak, prilaku yang mencerminkan akhlak kita. Bahagia bila berbuat baik dan sedih bila berbuat jelek. Menjadikan amal soleh tidak hanya sebagai kewajiban tetapi sebagi kebutuhan hidup.

Hati yang bersih.
     Salah satu cara olah qolbu adalah dengan mengasah qolbu, yaitu membersihkan hati dari penyakit penyakit hati ( misalnya syirik, dendam, marah, iri dengki dan lain lain) sehingga hati kita menjadi bersih, menjadi khusyu, menjadi tenang / mutmainah, hanya berharap kepada Allah. Batu alam perlu digosok sehingga bisa jadi batu akik, batu emas perlu dimurnikan sehingga jadi emas berharga. Cermin perlu dilap sehingga terlihat bersih.

Mata hati.
      Olah qolbu dapat dilakukan antara lain dengan cara tafakur, mengikuti majlis taklim/dzikir, thoreqat, dan kegiatan yang lain. Dengan menjalankan ibadah sehari hari, kita sudah sekaligus berolah qolbu juga. Misalnya solat, fisiknya melakukan gerakan sesuai fiqih, qolbunya menghadirkan hati menghadap Allah, bahkan mata hatinya bisa menyaksikan kebesaran Allah. Mata hati atau bashirah adalah cahaya / nur yang ditiupkan Allah kedalam qalbu, oleh karena itu dia mampu memandang hakekat kebenaran seperti pandangan mata.

Bekal aherat.
      Kebahagiaan dunia adalah sementara, kebanyakan bersangkutan dengan badaniah atau duniawi yang sifatnya ada batasnya, bisa hilang dan berakhir. Walaupun begitu justru hidup didunia inilah kita berkesempatan menyiapkan bekal untuk akherat. Kebahagian akhirat bersangkutan dengan rohaniah atau qolbu/jiwa yang disana melekat amal amal sewaktu didunia, tetapi hal ini sering kita abaikan. Kita lebih senang menambah aset dunia daripada bekal akhirat tersebut. Olah qolbu lebih banyak untuk kebutuhan rohani kita, hati kita, jiwa kita yang akan berdampak sampai kehidupan abadi kelak. Seperti halnya tubuh kita memerlukan makanan, jiwa kita pun perlu makanan rohaniah antara lain dengan sholat, dzikir, membaca Al Quran, dll.

Tasawuf.
       Kalau mindset taqwa & sikap tawakal banyak berhubungan dengan ilmu tauhid, ahlak mulia & prilaku ihlas berhubungan dengan ilmu fiqih, maka olah qolbu banyak berhubungan dengan ilmu tasawuf, ilmu yang menyangkut rohani sehingga iman & ibadah kita tujuannya hanya mengharap ridho Allah, qolbu (kalbu/hati/nafs/jiwa/rohani) menjadi bersih.

Kesimpulan.
       " Untuk dapat meraih hidup bahagia perlu qolbu yang bersih, beriman, berbuat baik & beramal shaleh, bermanfaat bagi keluarga & orang lain. Karena taqwalah ( taqwa = beriman + amal shaleh) yang akan dinilai kelak."

Mengapa sulit dilakukan...?????
          Karena memang ada godaan godaan. Dari dalam berupa bisikan hawa nafsu dan dari luar godaan / bisikan setan, baik dari golongan jin maupun golongan manusia yang selalu menggoda kita supaya tidak taat. Untuk melawan godaan ini diperlukan olah qolbu sehingga keyakinan Illahiah atau keimanan kita bisa lebih kuat dari godaan tersebut.
         Disamping keimanan yang kuat, kita perlu selalu bertobat mohon ampun, mohon perlindungan dan mohon kekuatan hanya kepada Allah SWT Yang Maha Menguasai dan Mengatur Semua Alam beserta Isinya, Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT.

^_^ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar