Arti Hidup Bahagia.
** Bahagia didunia.**
Kebahagian bagi setiap orang mempunyai arti sendiri sendiri, paling
tidak bagi kita yang disebut bahagia adalah apabila kita diberi
kemakmuran dan keberuntungan antara lain:
- Tercukupi kebutuhan materi, uang, rumah, mobil, hiburan.
- Sukses dalam studi, usaha, karier (profesi & politik), berkeluarga.
- Badan yang sehat, disembuhkan sakit sakitnya.
- Selamat, terhindar dari marabahaya
- Penampilan yang menarik.
- Jiwa yang tenang.
- Bermanfaat bagi orang lain, membantu orang lain.
- Bersama dengan yang disenangi
- Bermakna bagi akhirat.
- Mencintai Allah dan Rosul.
- Panjang Umur dalam keadaan Taat kepada Allah.
- Senantiasa dalam lindungan Allah.
- Mendapat keberkahan dari Allah ( semua nikmat & rizki dapat membawa kebaikan & manfaat dunia akhirat )
Untuk
bisa terpenuhi semua hal diatas tentunya tidak mungkin, tetapi paling
tidak salah satu dari hal diatas kita mengalaminya. Jadi tidak ada
alasan kita tidak beruntung. Salah satu keberuntungan tersebut hendaknya
kita syukuri sebagai tonggak mendapatkan kesuksesan berikutnya, untuk
mencapai tujuan hidup yaitu kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti.
** Bahagia diakhirat **
Kebahagiaan didunia dapat dideskripsikan seperti tersebut diatas,
bagaimana halnya kebahagiaan di akhirat kelak? Kebahagiaan di akhirat
kelak antara lain seperti yang sering diucapkan dalam doa doa kita,
mohon :
- Diberi rahmat & ridho Allah.
- Diangkat derajatnya disisi Allah.
- Bisa husnul hotimah
- Diampuni dosa dosanya.
- Diterima amal ibadahnya.
- Mendapat pahala.
- Dihindarkan dari siksa kubur & neraka.
- Dimasukkan dalam surga Allah.
Bahagia di akhirat kelak sangat tergantung pada saat kita hidup didunia. Didunia tempat menanam di akhirat memetiknya.
Bahagia didunia hendaknya dapat membawa bahagia di akhirat. Bahagia
dikhirat ditentukan oleh seberapa jauh kita hidup sesuai dengan patunjuk
& aturan dari Allah SWT, yaitu taat pada pedoman hidup Al Qur'an
dan hadis/sunah Nabi Muhammad SAW. Kegiatan didunia (misalnya bekerja,
dll.) hendaklah diniatkan untuk tujuan tujuan ibadah.
Cara Meraih Hidup Bahagia.
Tujuan Hidup.
Tindakan & perbuatan yang kita
lakukan untuk meraih kebahagiaan sangat tergantung seberapa kuat
kemauan & motivasi & dorongan yang ada. Sedang motivasi itu
sendiri erat kaitannya dengan tujuan & manfaat yang diinginkan, yang
sesuai dengan arti bahagia menurut dirinya. Bahagia akan bisa diraih
bila tujuan hidup jelas.
Ujung dari tujuan hidup adalah mengharap ridhoNya, ingin bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan taqwa, husnul hotimah. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.
Ujung dari tujuan hidup adalah mengharap ridhoNya, ingin bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan taqwa, husnul hotimah. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.
Bahagia ada dalam diri kita bukan ada diluar, maksudnya bukan semata disebabkan tercapainya segala keinginan seperti tersebut diatas, tetapi sikap kita menerima apa yang terjadi baik keberhasilan maupun kegagalan. Kalau bahagia identik dengan terpenuhinya keinginan, sebaiknya keinginan dikurangi, disesuaikan dengan kebutuhan, disesuaikan dengan kondisi kita.
Banyak contoh terpenuhinya materi tidak membuatnya tenang tetapi membuatnya menjadi cemas, stress, depresi. Disinilah perlu redefinisi tentang bahagia itu sendiri, apakah akan merasa bahagia bila keinginan keinginan ego tersebut terpenuhi atau merasa bahagia yang sesuai dengan tuntunan Illahi. Fitrahnya bahagia bagi manusia adalah dengan memberi atau berbagi dengan yang lainnya.
Keinginan ego yang berlebihan terhadap sesuatu yang sudah menjadi kekuasaan Allah antara lain umur, rezeki, jodoh hendaklah kita kurangi atau bahkan kita pasrah. Manusia hanya wajib berusaha sedang hasil ada dalam kehendak Allah. Disinilah perlunya keyakinan keimanan yang kuat dalam kalbu kita. Tentang keinginan yang memang menjadi kewajiban seperti ingin hidup bahagia, ingin sukses, ingin berakhlak baik, ingin jadi orang bertakwa adalah ibadah yang harus kita raih.
Hormon Bahagia.
Berpikir
positif bisa membuat emosi dan suasana hati positip, karena kita sering
mengingat / mengakses ke memory yang baik baik dibanding akses ke
pengalaman jelek. Suasana hati yang positif pertanda hidup kita bahagia. Masalahnya bagaimana hormon hormon yang membuat rasa bahagia (a.l: dopamin, serotonin, oxytocin, endorfin) bisa dimunculkan dalam tubuh kita dengan cara cara yang baik pula.
Kita berharap dengan melakukan kegiatan yang baik antara lain ibadah ( sholat, dzikir, solawat, membaca Al Quran, dll ) dan makan / olah raga / tidur cukup, suasana hati positip tersebut dapat dicapai. Juga hormon penyebab stress ( a.l: cortisol, norepinephrine ) dapat berkurang. Dengan tersenyum & tertawa pun, tubuh juga akan melepaskan hormon rasa bahagia tersebut terutama endorfin. Endorfin paling banyak diproduksi pada saat olah raga ( a.l: jalan kaki ) dan sholat tahajud. Secara umum sholat adalah aktifitas hati sekaligus aktivitas gerakan yang dengan izin Allah akan menyehatkan dan membuat kita bahagia.
Kita berharap dengan melakukan kegiatan yang baik antara lain ibadah ( sholat, dzikir, solawat, membaca Al Quran, dll ) dan makan / olah raga / tidur cukup, suasana hati positip tersebut dapat dicapai. Juga hormon penyebab stress ( a.l: cortisol, norepinephrine ) dapat berkurang. Dengan tersenyum & tertawa pun, tubuh juga akan melepaskan hormon rasa bahagia tersebut terutama endorfin. Endorfin paling banyak diproduksi pada saat olah raga ( a.l: jalan kaki ) dan sholat tahajud. Secara umum sholat adalah aktifitas hati sekaligus aktivitas gerakan yang dengan izin Allah akan menyehatkan dan membuat kita bahagia.
Taqwa
Taqwa adalah
beriman dan beramal saleh. Taqwa adalah mengerjakan perintahNya dan
menjauhi laranganNya. Taqwa sebagai landasan motivasi diri &
semangat hidup (kecerdasan spiritual), dengan meyakini & menyadari
antara lain :
- Akan pertolongan Allah, Allah pemberi jalan keluar dan penjamin rezeki.
- Allah sebaik baik penolong dan pelindung. Allah lah pemberi keselamatan.
- Segalanya milik Allah, semua adalah titipan Allah, kembali kepadaNya.
- Segalanya dalam genggaman dan kekuasaan Allah.
- Masalah adalah sebagai tantangan untuk berubah, tumbuh, naik drajat.
- Setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
- Beban seseorang sesuai dengan kesanggupannya.
- Rizki tiap orang berbeda beda.
- Jiwa yang tenang yang mencintai Allah adalah inti kebahagiaan hidup.
- Kebahagiaan abadi adalah kebahagiaan di akhirat, didunia hanya sementara.
- Hidup ini siklus, roda yang berputar, kadang diatas kadang dibawah.
- Badai pasti berlalu tetapi angin sejuk juga bisa berlalu
- Berserah diri kepada Allah, bersandar hanya kepada Allah.
- Beribadah sebagai pengabdian cinta kepada Allah, untuk meraih ridha Nya.
- Berdzikir hati menjadi tenang.
- Mengikuti jalan ketaqwaan, mengikuti kehendak Illahi, mendekat kepada Nya.
- Meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar dan menyerahkan hasil akhir kepada Allah (Qada = Qadar + Ikhtiar )
Untuk
bisa memperoleh keyakinan & kesadaran tersebut adalah dengan dua
cara, melalui pengalaman sendiri dan dengan melakukan tafakur. Dengan
pengalaman sendiri akan memberikan kesan yang tidak bisa dilupakan
terutama apabila seseorang mengalami kejadian yang luar biasa, yang
biasa kita sebut mengalami titik balik.
Tafakur adalah kegiatan menyadarkan diri, membuat hal hal yang baik
tidak saja hanya di otak tetapi benar benar turun ke kalbu yang
selanjutnya menjadi dasar perbuatan kita sehari hari.
Mindset keimanan yang kuat berguna untuk membentengi dari pengaruh yang tidak baik, juga dapat untuk menghadapi stres
akibat beban hidup. Kita bisa beradaptasi terhadap kegagalan,
kekurangan, kesusahan, kekhawatiran dengan sikap tawakal. Kita bisa
mengendalikan diri dari perbuatan yang tidak terpuji.
Keimanan ( akidah ) yang kuat menjadi dasar amal soleh ( syariah ).
begitu juga sebaliknya amal soleh akan menguatkan keimanan. Keduanya
saling menguatkan sehingga nilai taqwa bertambah kuat.
Sikap Tawakal
" Prinsip tawakal pada dasarnya pasrah akan ketentuan Allah, pasrah akan ujian
dari Allah tentang ketaatan kita padaNya. Pasrah disini bukan berarti
diam tetapi tetap berusaha agar perbuatan kita sejalan dengan
petunjukNya.
"
Sikap tawakal antara lain :
- Tidak mempersulit diri dengan mendramatisir kekhawatiran, kecemasan, ketakutan yang belum tentu terjadi.
- Tidak menyalahkan apapun & siapapun.
- Tidak berkepanjangan merenungi nasib buruk, derita, ujian, musibah, bencana, petaka.
- Tidak mengeluh selalu kekurangan / tidak pernah puas.
- Tidak mengikuti hawa nafsu & jalan kemaksiatan.
- Menghilangkan rasa bosan, kesal, kecewa, marah, bingung, putus asa.
- Mohon perlindungan dari godaan syetan yang selalu mempengaruhi hawa nafsu.
- Usaha / ikhtiar / niat adalah dalam jangkauan kita, tetapi hasil akhir adalah wilayah Allah Yang Maha Menentukan.
Dengan
membuang yang negatif, dimaksudkan agar hati & pikiran kita ada
ruang yang luas untuk hal hal yang positif. Bahwa apapun yang terjadi
sudah dalam ketentuan Allah. Apa yang tidak baik menurut kita justru
itulah kejadian yang paling baik bagi kita menurut Allah. Tidak ada daya
dan kekuatan kecuali izin Allah. Bersandar hanya pada Allah, berserah
diri kepada Allah.
Akhlak Mulia
Pada kenyataannya antara Mindset Taqwa dan Sikap Tawakal tidak bisa dipisahkan seperti dua sisi mata uang, sehingga membentuk suatu Akhlak Mulia ( watak / sifat / etika / kepribadian), yang mendasari Prilaku Ikhlas kita. Ikhlas karena berbuat sesuai perintah Allah & dengan niat ingin mendapat ridha Allah, tidak mengharapkan pujian orang. Ahlak mulia akan muncul dari qolbu yang bersih.
Prilaku Ikhlas.
Orang berakhlak mulia akan berprilaku ikhlas. Prilaku ikhlas adalah
prilaku atau amal perbuatan yang didasari niat lillahi ta'ala. Dengan
hati & pikiran yang berisi tentang keimanan, yang sering kita sebut
kesadaran & keyakinan iIlahiyah tersebut, yang paling penting adalah
mewujudkannya dalam amal perbuatan nyata yang kita lakukan. Perbuatan
baik yang dilandasi keiikhlasan / niat lillahi ta'ala, mencari ridha
Allah. Tidak ingin pujian orang, hanya Allah saja yang tahu.
Kelak yang akan dinilai adalah amal perbuatan kita, bukan hanya ilmu
saja. Ilmu yang tidak diamalkan bagai petir yang tidak mendatangkan
hujan. Amal yang tidak berdasarkan ilmu bagai mendirikan rumah diatas
air.
Ikhlas adalah niat yang ada dalam hati yang bersih, dalam jiwa yang
suci. Inilah motivator,awal dari segala amal perbuatan yang kita
lakukan. Jika niat kita baik / ikhlas maka segala amalan akan baik juga.
Amal Soleh
Amal soleh adalah perbuatan baik yang
berdasar syariat Islam, sebagai wujud prilaku ikhlas, segala perbuatan
yang menyangkut hubungannya dengan Allah SWT maupun hubungan antar
sesama manusia, ini antara lain :
Amal Yang Menyelamatkan :
- Berbakti Kepada Dua Orang Tuanya
- Wudhunya.
- Zikirnya Kepada Allah.
- Shaum Ramadhannya
- Mandinya Dari Hadas Besar.
- Haji Dan Umrahnya.
- Sedekahnya.
- Silaturahminya.
- Amal Ma’ruf Nahi Munkarnya.
- Akhlak Baiknya.
- Takwanya Kepada Allah.
- Anak-Anaknya Yang Meninggal Waktu Kecil.
- Harapannya Kepada Allah.
- Air Matanya Karena Takut Pada Allah.
- Husnudzannya Kepada Allah.
- Shalatnya
- Syahadatnya
* Amal Yang Tak Terputus :
- Shadaqoh jariyah
- Ilmu yang bermanfaat
- Anak shalih yang mendoakan kepada orang tuanya.
Juga segala perbuatan baik & amal ibadah yang didasari keimanan, keihlasan dan sesuai dengan yang disyariatkan :
** Di dalam Al-Qur'an, Allah memberitahu kita tentang bermacam perbuatan baik:
- Menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat,
- Berjuang untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat Islam,
- Berusaha mencapai pemahaman yang lebih baik tentang Al-Qur'an,
- Menyelesaikan setiap persoalan umat Islam, baik yang pribadi maupun yang umum,
** Juga bentuk pengamalan ajaran Islam yang mendasar:
- Sahadat,
- Shalat
- Puasa
- Zakat
- Haji adalah bagian dari perbuatan baik juga.
Perbuatan yang termasuk golongan kebajikan, ialah :
- Beriman kepada Allah, hari akhirat, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, qada & qadar (pen.)
- Memberikan bantuan yang disayanginya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang terlantar dalam perjalanan, peminta-minta, dan memerdekakan perbudakan,
- Mengerjakan shalat, menunaikan zakat, menepati janji yang telah diperbuat, sabar menderita kemiskinan dan kemelaratan, terutama ketika perang.
Juga bentuk pengamalan ajaran Islam yang mendasar seperti :Sahadat, Shalat, Puasa, Zakat, Haji adalah bagian dari perbuatan baik juga.
Perbuatan yang termasuk golongan kebajikan, ialah:
- Beriman kepada Allah, hari akhirat, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, qada & qadar (pen.)
- Memberikan bantuan yang disayanginya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang terlantar dalam perjalanan, peminta-minta, dan memerdekakan perbudakan,
- Mengerjakan shalat, menunaikan zakat, menepati janji yang telah diperbuat, sabar menderita kemiskinan dan kemelaratan, terutama ketika perang.
Berbuat
baik memang memerlukan biaya, tetapi lebih banyak lagi perbuatan baik
yang tidak memerlukan biaya, inipun kita jarang melaksanakannya, antara
lain yang paling simpel, senyum dan mengucap salam.
Kualitas hidup kita dapat dilihat
dari prilaku kita sehari hari yang dilakukan secara konsisten. Prilaku
juga dapat mencerminkan ketaatan kita, sifat kita.
Amalan bisa berupa amalan hati (
misalnya keimanan, niat ikhlas, dll), amalan lisan ( a.l : syahadat,
dzikir, dll), dan amalan anggota badan ( a.l : solat, puasa, dll). Dari
ketiga kelompok amalan ini, amalan hatilah yang paling utama karena
semua perbuatan baik / amal soleh tergantung niatnya.
** Olah Qolbu **
Pendidikan rohani.
Pendidikan rohani.
Untuk bisa melaksanakan hal hal diatas mulai dari mindset takwa,
sikap tawakal, ahlak mulia dan prilaku ikhlas diperlukan tidak hanya
olah otak tetapi olah qolbu sehingga bisa menerima kayakinan Illahiyah
secara penuh tanpa keraguan sedikitpun. Olah qolbu biasa disebut juga pendidikan rohani atau pembangunan jiwa atau penguatan kesadaran / keyakinan / keimanan / akidah.
Olah qolbu diperlukan agar qolbu / hati yang selalu berbolak balik
dapat bersih dapat istiqomah, hanya bertuhankan Allah semata.
Kecerdasan spiritual.
Olah otak untuk memperolah kecerdasan intelektual yang diperlukan manusia untuk melakukan fungsinya sebagai Khalifah. Kalau Olah raga untuk kebugaran dan kesehatan tubuh, maka Olah qalbu untuk memperolah kecerdasan spiritual yang diperlukan manusia menjalankan fungsinya sebagai Abdi Allah.
Olah otak untuk memperolah kecerdasan intelektual yang diperlukan manusia untuk melakukan fungsinya sebagai Khalifah. Kalau Olah raga untuk kebugaran dan kesehatan tubuh, maka Olah qalbu untuk memperolah kecerdasan spiritual yang diperlukan manusia menjalankan fungsinya sebagai Abdi Allah.
Merubah kebiasaan.
Olah Qolbu diperlukan untuk merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Olah Qolbu dilakukan dengan cara pendisiplinan diri atau pendidikan watak, yakni membiasakan diri melatih mengerjakan perbuatan baik secara terus menerus sehingga akhirnya menjadi etika/watak, prilaku yang mencerminkan akhlak kita. Bahagia bila berbuat baik dan sedih bila berbuat jelek. Menjadikan amal soleh tidak hanya sebagai kewajiban tetapi sebagi kebutuhan hidup.
Hati yang bersih.
Salah satu cara olah qolbu adalah dengan mengasah qolbu, yaitu membersihkan hati dari penyakit penyakit hati ( misalnya syirik, dendam, marah, iri dengki dan lain lain) sehingga hati kita menjadi bersih, menjadi khusyu, menjadi tenang / mutmainah, hanya berharap kepada Allah. Batu alam perlu digosok sehingga bisa jadi batu akik, batu emas perlu dimurnikan sehingga jadi emas berharga. Cermin perlu dilap sehingga terlihat bersih.
Mata hati.
Olah qolbu dapat dilakukan antara lain dengan cara tafakur, mengikuti majlis taklim/dzikir, thoreqat, dan kegiatan yang lain. Dengan menjalankan ibadah sehari hari, kita sudah sekaligus berolah qolbu juga. Misalnya solat, fisiknya melakukan gerakan sesuai fiqih, qolbunya menghadirkan hati menghadap Allah, bahkan mata hatinya bisa menyaksikan kebesaran Allah. Mata hati atau bashirah adalah cahaya / nur yang ditiupkan Allah kedalam qalbu, oleh karena itu dia mampu memandang hakekat kebenaran seperti pandangan mata.
Olah Qolbu diperlukan untuk merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Olah Qolbu dilakukan dengan cara pendisiplinan diri atau pendidikan watak, yakni membiasakan diri melatih mengerjakan perbuatan baik secara terus menerus sehingga akhirnya menjadi etika/watak, prilaku yang mencerminkan akhlak kita. Bahagia bila berbuat baik dan sedih bila berbuat jelek. Menjadikan amal soleh tidak hanya sebagai kewajiban tetapi sebagi kebutuhan hidup.
Hati yang bersih.
Salah satu cara olah qolbu adalah dengan mengasah qolbu, yaitu membersihkan hati dari penyakit penyakit hati ( misalnya syirik, dendam, marah, iri dengki dan lain lain) sehingga hati kita menjadi bersih, menjadi khusyu, menjadi tenang / mutmainah, hanya berharap kepada Allah. Batu alam perlu digosok sehingga bisa jadi batu akik, batu emas perlu dimurnikan sehingga jadi emas berharga. Cermin perlu dilap sehingga terlihat bersih.
Mata hati.
Olah qolbu dapat dilakukan antara lain dengan cara tafakur, mengikuti majlis taklim/dzikir, thoreqat, dan kegiatan yang lain. Dengan menjalankan ibadah sehari hari, kita sudah sekaligus berolah qolbu juga. Misalnya solat, fisiknya melakukan gerakan sesuai fiqih, qolbunya menghadirkan hati menghadap Allah, bahkan mata hatinya bisa menyaksikan kebesaran Allah. Mata hati atau bashirah adalah cahaya / nur yang ditiupkan Allah kedalam qalbu, oleh karena itu dia mampu memandang hakekat kebenaran seperti pandangan mata.
Bekal aherat.
Kebahagiaan dunia adalah sementara, kebanyakan bersangkutan dengan
badaniah atau duniawi yang sifatnya ada batasnya, bisa hilang dan
berakhir. Walaupun begitu justru hidup didunia inilah kita berkesempatan
menyiapkan bekal untuk akherat. Kebahagian akhirat bersangkutan dengan
rohaniah atau qolbu/jiwa yang disana melekat amal amal sewaktu didunia,
tetapi hal ini sering kita abaikan. Kita lebih senang menambah aset
dunia daripada bekal akhirat
tersebut. Olah qolbu lebih banyak untuk kebutuhan rohani kita, hati
kita, jiwa kita yang akan berdampak sampai kehidupan abadi kelak.
Seperti halnya tubuh kita memerlukan makanan, jiwa kita pun perlu
makanan rohaniah antara lain dengan sholat, dzikir, membaca Al Quran,
dll.
Tasawuf.
Kalau mindset taqwa & sikap tawakal banyak berhubungan dengan ilmu tauhid, ahlak mulia & prilaku ihlas berhubungan dengan ilmu fiqih, maka olah qolbu banyak berhubungan dengan ilmu tasawuf, ilmu yang menyangkut rohani sehingga iman & ibadah kita tujuannya hanya mengharap ridho Allah, qolbu (kalbu/hati/nafs/jiwa/rohani) menjadi bersih.
Kalau mindset taqwa & sikap tawakal banyak berhubungan dengan ilmu tauhid, ahlak mulia & prilaku ihlas berhubungan dengan ilmu fiqih, maka olah qolbu banyak berhubungan dengan ilmu tasawuf, ilmu yang menyangkut rohani sehingga iman & ibadah kita tujuannya hanya mengharap ridho Allah, qolbu (kalbu/hati/nafs/jiwa/rohani) menjadi bersih.
Kesimpulan.
" Untuk dapat meraih hidup bahagia perlu qolbu yang bersih, beriman, berbuat baik & beramal shaleh, bermanfaat bagi keluarga & orang lain. Karena taqwalah ( taqwa = beriman + amal shaleh) yang akan dinilai kelak."
" Untuk dapat meraih hidup bahagia perlu qolbu yang bersih, beriman, berbuat baik & beramal shaleh, bermanfaat bagi keluarga & orang lain. Karena taqwalah ( taqwa = beriman + amal shaleh) yang akan dinilai kelak."
Mengapa sulit dilakukan...?????
Karena memang ada godaan godaan. Dari dalam berupa bisikan hawa nafsu dan dari luar godaan / bisikan setan,
baik dari golongan jin maupun golongan manusia yang selalu menggoda
kita supaya tidak taat. Untuk melawan godaan ini diperlukan olah qolbu
sehingga keyakinan Illahiah atau keimanan kita bisa lebih kuat dari godaan tersebut.
Disamping keimanan yang kuat, kita perlu selalu bertobat mohon ampun, mohon perlindungan dan mohon kekuatan hanya kepada Allah SWT Yang Maha Menguasai dan Mengatur Semua Alam beserta Isinya, Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT.
^_^




Tidak ada komentar:
Posting Komentar