3. Eliminasi
Konstipati merupakan hal umum bagi wanita selama hamil karena reaksi hormonal yang mengurangi gerakan penstaltik usus dan pembesaran uterus yang menahannya. Asupan cairan dan laxantif buah-buahan cara terbaik non medis sangat dianjurkan. Sedapat mungkin buang air besar secara teratur setiap hari. Serta hindari makanan yang banyak mengandung zat alkolid seperti teh kental, salak mentah dan jambu biji metah. Sedangkan sering berkemih merupakan hal umum yang terjadi selama bulan pertama dan terakhir masa kehamilan karena rongga perut dipenuhi oleh uterus dan peningkatan sinsitifikasi kongestif darah jaringan.
(Cristina S. Ibrahim, 1998 : 161)
4. Aktivitas dan latihan
· Aktifitas/pergerakan yang baik dilakukan untuk mencegah obstipasi, sirkulasi darah lancar, nafsu makan meningkat, danm tidur lebih nyaman. Aktifitas yang dilarang pada ibu hamil antara lain : bekerja berat, melonjak, meloncat atau mencapai benda yang lebih tinggi, serta bepergian jauh dengan menggunakan kedaraan. Dianjurkan berjalan-jalan di pagi hari dan senam hamil. Tujuan senam hamil adalah untuk mempermudah lancarnya persalinan, mempergiat kerja alat-alat tubuh dan mencegah obstipasi.
(Cristina S. Ibrahim, 1998 : 162-163)
· Latihan otot dasar panggul (kaegel’s)
Hal ini penting bagi ibu untuk meregangkan otot dan mengontrol kesadaran sehingga ibu dapat berelaksasi atau berkonsentrasi sesuai kemampuan. Untuk memulai kaegel’s, pertama-tama ibu harus mengontrol otot-otot tersebut. Pemeriksa meletakkan 2 jari pada vagina dan meminta ibu untuk menahan seperti yang dilakukan bila menahan urine. Latihan tersebut adalah sebagai berikut :
- kontraksi otot-otot dasar panggul dan tahan selama 10 detik
- relaksasi selama 10 detik, ulangi 8-10 x sehari
- ulangi latihan ini 5-10 x sehari
5. Istirahat dan Tidur
Ini diperlukan sekali bagi wanita hamil karena daya tahannya turun, kesehatan umumnya juga turun. Istirahat yang dibutuhkan 10-11 jam perhari, termasuk tidur siang dan tidur malam. Posisi yangbaik adalah ibu tidur melingkar/lurus pada salah satu sisi tubuh. Lebih dipilih sisi kiri dengan salah satu kaki menyilang di atas yang lainnya dan dengan bantal diapit diantara kedua kaki.
(Cristina S. Ibrahim, 1998 : 167-168)
6. Hubungan seksual
Hamil bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual. Pada kelamilan 0-3 bulan bersetubuh dilarang karena janin dalam kandungan belum begitu kuat menempal. Boleh dilakukan mulai bulan ke-3 sampai 8 ½dilakukan harus dengan hati-hati dan jangan terlalu sering. Sedangkan di atas kehamilan 8 ½ bersetubuh sangat tidak dianjurkan karena sudah mendekati persalinan.
(Cristina S. Ibrahim, 1998 : 171-172)
Hubungan seksual disarankan dihentikan apabila :
- terdapat tanda infeksi dengan mengeluarkan cairan disertai nyeri atau panas.
- terjadi perdarahan saat hubungan seksual
- terdapat pengeluaran cairan (ketuban) yang mendadak
- hentikan bagi wanita yang sering keguguran, persalinan kurang bulan, dan mengalami kematian dalam kandungan sekitar 2 minggu menjelang persalinan.
(Ida Bagus Gde Manuba, 1998 : 139)
7. Pengetahuan
Pengetahuan yang perlu diketahui oleh ibu hamil trimester III
- persiapan persalinan
- persiapan laktasi
- tanda-tanda bahaya kehamilan
8. Kesehatan jiwa
Ketenangan jiwa penting dalam menghadapi persalinan. Karena itu dianjurkan juga untuk melatih kejiwaan menghadapi persalinan di samping melakukan latihan fisik. Banyak ibu hamil yang merasa tidak tenang dan khawatir dengan kehamilan dan persalinan. Untuk itu, dokter/bidan harus menanamkan kepercayaan pada ibu hamil dan menerangkan dengan tujuan :
- menghilangkan ketidaktahuan
- latihan-latihan fisik dan kejiwaan
- mendidik cara-cara perawatan bayi
- berdiskusi tentang persalinan fisiologik
(Rustam Michtar, 1998 : 62)
Tanggal pendataan
1. Pengumpulan Data
Data Subyektif
a. Biodata
Ibu hamil dengan latar belakang sosial yang kurang menguntungkan bagi kehamilannya, seperti umur kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, terutama pada primigravida, keadaan sosial ekonomi yang rendah, pendidikan rendah, dll. Membutuhkan peragaan yang berbeda dari ibu hamil dengan latar belakang sosial yang lebih baik.
(Pusdiknakes, Depkes RI, 1999 : 65)
b. Keluhan utama
Keluhan yang sering terjadi pada trimester III : sering kencing, nyeri punggung, obstipasi, varises, sesak nafas, karam kaki, oedem dan nyeri ulu hati.
(Ristam Mochtar, 1999 : 43)
c. Riwayat kesehatan
Meliputi penyakit yang pernah dialami, penyakit yang sedang dialami, dan pengobatan yangsedang atau pernah dilakukan. Hal ini penting diketahui untuk melihat kemungkinan adanya penyakit-penyakit yang menyertai dan yang dapat mempengaruhi kehamilannya, sehubungan dengan keadaan ibu yang lemah pada waktu kehamilan dan setelah melahirkan. Terutama dinyatakan mengenai penyakit jantung, paru-paru, DM, penyakit kelamin, pembedahan yang pernah dialami dan penyakit-penyakit yang lain.
(Pusdiknakes, Depkes RI, 1999 : 65-66)
d. Riwayat kesehatan keluarga
Dinyatakan mengenai latar belakang kesehatan keluarga, terutama :
- Anggota keluarga yang mempunyai penyakit tertentu penyakit menular seperti TBC, hepatitis
- Penyakit keluarga yang dapat diturunkan seperti kencing manis, hemofili, dan asma
- Riwayat hamil kembar
Informasi di atas penting untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi pada ibu hamil dan mengupayakan pencegahan dan penanggulangannya
(Pusdiknakes, Depkes RI, 1998 : 65)
e. Riwayat kebidanan
1) Haid
Informasi mengenai haid sangat penting untuk memperhitungkan usia kehamilan dan perkiraan persalinannya. Memperkirakan tanggal persalinan dapat dilakukan bila diketahui dengan pasti hari pertama haid terakhir (HPHT) dengan rumus NAEGLE sebagai berikut :
- Untuk bulan Januari–Maret : tanggal ditambah 7 dan ditambah 9
- Untuk bulan Maret – Desember : tanggal ditambah 7, bulan dikurangi 3 dan tahun ditambah 1
Selain HPHT ditanyakan pula pula menarche, lamanya haid, banyaknya darah haid, keluhan yang dirasakan selama haid dan lain-lain untuk memperoleh gambaran mengenai fungsi alatreproduksi.
(Pusdiknakes, Depkes RI, 1999 : 66)
2) Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
· Mengkaji kehamilan yang lalu
- Keluhan yang dirasakan misalnya pusing, mual, muntah, dll.
- Adakah penyakit
- Sudah periksa dimana dan berapa kali
- Nasehat yang diberikan apa saja, dilaksanakan apa tidak
· Mengkaji ibu hamil multipara, keadaan anak
- Berapa anak yang hidup
- Berapa anak yang meninggal, umur berapa dan kapan
- Pernahkah mengalami abortus, apabila pernah berapa kali dan pada usia kehamilan berapa
· Persalinan yang lalu
- Jenis persalinan untuk menentukan persalinan berikutnya
- Apakah plasenta susah dilahirkan
- Apakah pernah mengalami perdarahan banyak, kemungkinan persalinan berikutnya bisa terjadi perdarahan juga
· Keadaan bayi
- Apakah bayi lahir langsung menangis
- Apakah anak ada kelainan
- Jenisnya, beratnya dan panjangnya
· Keadaan nifas
- Pada waktu nifas ibu mengalami panas atau perdarahan
- Bagaimana laktasinya
- Apakah bayi diteteki, sampai umur berapa bulan
- Apakah puting susu pernah lecet dan bagaimana cara mengatasinya.
- Lama nifas ± 6 minggu, hari 1-2 lochea, hari 409 lochea sangilenta dan hari ke 10-15 lochea alba.
f. Keluarga berencana
Jenis-jenis atau metode KB yang bisa digunakan ibu post partum dan puerperium :
- Suntikan KB
- Norplant (susuk KB) / implant
- AKDR
- Pil KB hanya progesteron, misalnya : exluton
- Kontap (MOP dan NOW)
- Metode sederhana (kondom, pantang berkala0
(Ida Bagus Gde Manuaba, 1998 : 439)
g. Riwayat kehamilan sekarang
Yang perlu dikaji adalah :
- Keluhan selama TM I dan TM II
- Imunisasi TT diberikan berapa kali dan kapan
- Gerakan janin pertama dirasakan pada usia kehamilan berapa
- Pemberian vitamin zat besi 1 tablet sehari setelah rasa mual hilang sebanyak 90 tablet selama kehamilan
- Keluhan-keluhan yang muncul pada TM II
- Penyuluhan-penyuluhan yang telah diberikan, termasuk perawatan payudara dan senam hamil
h. Pola kebiasaan sehari-hari
1. Nutrisi
Selama kehamilan kebutuhan nutrisi ibu harus diperhatikan kualitas dan kuantitasnya
- Pada TM I mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.
- Pada TM II jumlah karbohidrat dan protein
- Pada TM III karbohidrat sedikit dikurangi dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar
Kebutuhan air ibu hamil sebanyak 2-2 ½ liter sehari
2. Pada Eliminasi
BAB : Pada TM III sering terjadi obstipasi karena penekanan pada rectum, kurangnya aktifitas, dan penurunan peristaltik usus.
BAK : Pada TM I dan TM III frekuensi BAK cenderung meningkat oleh karena uterus atau penekanan kandung kemih oleh bagian tengah janin.
3. Istirahat dan tidur
Sering bangun tidur oleh karena sering kencing dan sesak nafas. Kebutuhan istirahat dan tidur 10-11 jam/hari terbagi atas tidur siang dan malam.
4. Personal Hygiene
Pada ibu hamil kebersihan tubuh harus dijaga terutama pada buah dada, gigi, mulut dan daerah genetalia. Karena biasanya pada TM III terjadi peningkatan produksi dan pengeluaran lendir servix dan vagina.
5. Aktifitas
Aktifitas yang dilarang pada ibu hamil : bekerja berat, meloncat atau mencapai benda yang tinggi dan bepergian jauh. Sedangkan aktifitas yang dianjurkan adalah :
- Berjalan-jalan terutama pada pagi hari untuk mencari udara segar.
- Gerakan yang mempengaruhi otot panggul, misal mengepel dengan tangan, jongkok dan bangun di tepi tempat tidur, merangkak di lantai.
- Senam hamil, dilakukan mulai usia kehamilan 22 minggu, dilakukan selama 20-30 menit dan 3 x dalam seminggu.
6. Rekreasi
Mendapatkan rekreasi karena jalan-jalan yang dilihat di luar rumah, wanita dapat melihat pemandangan yang indah dan hal-hal yang menyenangkan
7. Riwayat ketergantungan
Merokok, minum alkohol dan kecanduan narkotik merupakan kebiasaan yang secara langsung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, kelahiran dengan BBLR dan menimbulkan cacat bawaan atau kelainan pertumbuhan dan perkembangan mental.
8. Kehidupan seksual
Pada TM III libido kembali seperti pada TM I oleh karena membesarnya perut,nyeri/rasa tidak enak pada kehamilan tua, sulit untuk memusatkan perhatian kerana kecemasan dan ketegangan menantikan saat yang ditunggu-tunggu.
9. Latar belakang sosial budaya
masyarakat Indonesia pada suatu daerah ada yang berpantang terhadap makanan tertentu. Apabila ibu hamil mempunyai kebiasaan minum jamu tradisional akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu. Selain itu, sesuai adat jawa, biasanya wanita hamil 3 bulan dan 7 bulan diadakan upacara kenduri agar wanita yang hamil terjamin keselamatnnya.
10. Psikososial dan spiritual
- Hubungan suami istri baik, ibu dan keluarga berharap persalinannya dapat berlangsung dengan lancar dan selamat
- Ketenangan rohani, kehidupan keluarga yang bahagia, damai tentram harminis, dan menyenangkan sangat diperlukan ibu hamil.
Data Obyektif
· Pemeriksaan Umum
a. Keadaan umum : baik, cara berjalan normal, penampilan bersih
Kesadaran : composmentis
b. Tanda-tanda vital
T :
mmHg S : 36-390C
N : 80-100 x/menit R : 16 – 24 x/menit
c. Tinggi badan, berat badan sebelumnya dan sekarang (Lila)
- Tinggi badan : Bila kurang dari 145 cm kemungkinan panggul sempit.
- Berat badan naik ± 10-12 kg/bulan atau 0,5 kg/minggu
- Lila kurang dari 23,5 cm indikator kuat untuk status gizi buruk sehingga beresiko BBLR
d. Inspeksi
· Kepala dan rambut
Bersih atau kotor, pertumbuhan, warna, mudah rontok atau tidak. Bila mudah dicabut menandakan kurang gizi atau kelainan lain.
· Muka
Sembab atau tidak, tampak cloasma, garidarum, bentuk simeris
· Mata
Bentuk simetris, konjungtiva warna merah muda, sklera berwarna putih, bila kuning menandakan terinfeksi hepatitis, bila merah kemungkinan ada konjungtrivitis, kelopak mata bengkak kemungkinan pre eklampsia.
· Hidung
Normal tidak ada polip, kelainan bentuk, kebersihannya cukup
· Telinga
Normal tidak ada serumen yang berlebihan dan berbau, bentuk simetris
· Mulut
- Adakah sariawan, bagaimana kebersihannya, adakah stomatitis dan ginggivitis, bibir lembab atau tidak.
- Adakah caries atau keropos yang menandakan ibu kekurangan kalsium
· Leher
Normal tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, kelenjar linfe, dan vena jugulavis, adakah luka bekas operasi
· Thorax/dada
- Paru-paru
Auskultasi respirasi normal, tidak ada nonchi dan wheezing
- Jantung
Irama normal, tidak terdengar dysaritmia, terjadi peningkatan denyut jantung ibu ± 10 denyut setiap menit
- Payudara
Simetris, tidak ada benjolan patologis, adanya hiperpigmentasi pada areola dan papilla mammae, puting susu menonjol, keluar colostrum atau belum, bagaimana kebersihannya, dan ada luka bekas operasi atau tidak.
· Abdomen
Pembersihan sesuai usia kehamilan, adakah lika bekas SC persalinan dahulu, gerakan janin terlihat atau tidak, mengkilat atau tidak
- Primigrafida
perut tegang dan menonjol ke depan, strie lividae
- Multigravida
perut lembek, menggantung, ada striac lividae dan allican
· Genetalia
Kebersihan vulva dan perineum, varises, bila ada kemungkinan terjadi perdarahan yang banyak, adakah pembesaran brontholini dan skene, hipervaskularisasi, condiloma accuminata dan codiloma matalata.
· Anus
Bagaimana kebersihannya, adakah varises dan hemorroid
· Ekstrimitas bawah
Adakah cacat kaki, kesimetrisan, odem pada kaki yang mungkin karena gravidarum atau pre eklampsi. Dan juga varises, mungkin karena keturunan.
e. Palpasi
· Leopold I
Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian apa yang terletak di fundus uteri. Normalnya pada fundus teraba bokong yaitu bagian yang tidak keras, tidak bulat dan tidak melenting.
Akhir Bulan
|
Tinggi Fundus Uteri
|
7
|
2-5 jati di atas pusat
|
8
|
Pertengahan pusat – px
|
9
|
3 jari di bawah px sampai setinggi px
|
10
|
Sama dengan kehamilan 8 bulan
|
· Leopold II
Menentukan bagian janin yang terletak di bagian samping
- Letak membujur dapat ditetapkan punggung anak yang teraba bagian keras dan memanjang seperti papan dari sisi yang berlawanan teraba bagian kecil janin
- Letak lintang dapat ditetapkan dimana kepala janin
· Leopold III
Menentukan bagian apa yang terdapat di atas symphisis pubis
- Kepala akan teraba bulat, keras dan melenting sedangkan bokong teraba tidak keras dan tidak bulat
- Letak lintang : symphisis pubis akan kosong
· Leopold IV
Menentukan bagian terendah janin sudah masuk PAP atau belum.
- Bila konvergen berarti belum masuk PAP
- Bila divergen berarti bagian depan sudah masuk PAP
- Bila sejajar berarti separuh bagian depan sudah masuk PAP
TFU Mc. Donald
Tinggi fundus uteri (cm)
|
Umur Kehamilan (bulan)
|
20 cm
|
5 bulan
|
23 cm
|
6 bulan
|
26 cm
|
7 bulan
|
30 cm
|
8 bulan
|
33 cm
|
9 bulan
|
TBJ (Taksiran Berat Janin)
Þ Bila kepala belum masuk PAP = (TFU dlm cm – 12 ) x 155
Bila kepala sudah masuk PAP = (TFU dlm cm – 11 ) x 155
Menurut Spielgelberg, TFU dari symphisis adalah :
Umur kehamilan (minggu)
|
TFU dari stmphisis
|
28
|
26,7 cm di atas symphisi
|
30
|
29,5-30 cm di atas symphisi
|
32
|
29,5-30 cm di atas symphisi
|
34
|
31 cm di atas symphisi
|
36
|
32 cm di atas symphisi
|
38
|
33 cm di atas symphisi
|
40
|
37,7 cm di atas symphisi
|
f. Auscultasi
· Menghitung dengan cara
5 detik I, III, V, kemudian dijumlah dan dikalikan
· Yang diperhatikan
- Frekuensi cepat/lambat, jumlah 120-140 x/menit
- Keteraturan irama
- Punctum maximum didapatkan 2-3 jari di bawah pusat sebelah kanan/kiri
g. Perkusi
Reflek patella
Normalnya tungkai akan bergerak sedikit ketika tandon ditekuk. Bila gerakannya berlebihan dan cepat, kemungkinan tanda pre eklamasi. Bila hasilya negatif, kemungkinan pasien mengalami kekurangan B1
h. Pemeriksaan panggul luar dan dalam
· Pemeriksaan panggul luar
- Distansia spiriarum 23-26 cm
- Distansia cristarum 26-30 cm
- Boudeloque 18-20 cm
- Lingkar panggul 80-90 cm
· Pemeriksaan panggul dalam
- Bila promontarium teraba pada pemeriksaan dalam berarti ada kesempitan panggul
- Normal linea inominata tidak teraba pada pemeriksaan dalam, bila teraba berarti ada kesempitan pangul
- Spina ischiodika normal tidak menonjol ke dalam. Bila menonjol berarti ada kesempitan panggul
- Sudut arcus pubis > 900 bila kurang berarti ada kesempitan panggul
i. Pemeriksaan penunjang
1) Pemeriksaan HB > 11 gr% (sahli)
2) Albumi : positif bila ada dugaan pre eklamsia / eclompesia
Positif bila air seni
- Setelah didihkan jernih dan ditetesi asam asetat 2-3%, 2-3 tetes menjadi keruh
- Setelah didihkan keruh, dan ditetesi asam asetat 2-3 %, 2-3 tetes tetap keruh.
- Negatif bila setelah didihkan keruh dan ditetesi asam asetat 2-3%, 2-3 tetes menjadi jernih
3) Glukosa, adanya gangguan mtoleransi glukosa (ETG) bila urine setelah dicampur dengan Fehling A dan B (urine : fehling A, Fehling B : 2 : 1 : 1)
Menjadi
- Biru (tetap) : (-)
- Biru kehijauan : (+)
- Hijau kekuningan : (++)
- Kuning kemerahan : (+++)
- Merah bata : (++++)
2. Analisa Data
Berisi data dasar berdasarkan pengkajian dari data subyek dan data objektif sehingga muncul diagnosa kondisi maupun masalah aktual serta potensial.
Diagnosa kebidanan mencakup
1. Kondisi pasien yang terkait dengan masalah
2. Masalah utama dan penyebab utamanya (tingkat resiko)
3. Masalah potensial
4. Prognosa
Merupakan jawaban dari ikhtisar kebidanan yaitu :
a. GRAPIAH
- Gravida ke berapa
- Para : - Aterm - Abortus
- Prematur - Hidup
- Imatur
b. Usia kehamilan
c. Janin hidup/mati
d. Janin tunggal/kembar
e. Janin intra/extra uterin
f. Habitus
g. Situs
h. Positio
i. Presentasi
j. Keadaan umum ibu
k. Keadaan jalan lahir
l. Masalah yang sering timbul pada ibu hamil TM III
1) Sering kencing 5) Kram kaki
2) Sesak nafas 6) Nyeri karena varises
3) Nyeri pinggang 7) Nyeri ulu hati
4) Obstipasi 8) Oedem
m. Prognosa
Tanggal
Diagnosa : Primigravida, hamil 28-40 minggu, hidup / mati, tunggal / ganda, intra / extra uterin, situs, bujur / lintang, habitus flexi / deflexi, puka / puki, presentasi kepala / bokong, keadaan panggul luar normal, KU ibu dan janin baik.
Tujuan : Keadaan ibu dan janin baik sampai menjelang persalinan.
Kriteria :
· Ibu : - Kesadaran composmentis
- TTV :
T : 100/80 -130/90 mmHg S : 36-370C
N : 80-100 x/menit Rr : 16-24 x/menit
- Hasil pemeriksaan Laboratorium
Hb : > 11 gr%, reduksi urine : (-), protein urine : (-)
- Tidak ada penyakit yang mempengaruhi kehamilan
· Janin : - TFU sesuai UK
- DJJ Å, frekuensi 120-160 x/menit, intensitas kuat dan irama teratur.
- Pergerakan janin ± 34 x/jam
- Janin tetap hidup, intra uterin, situs bujur, habitus flexi, puka, presentasi kepala dan bergerak aktif.
Intervensi
1. Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu dan janin baik.
R/ Ibu mengerti tentang keadaanya dan janin yang dikandungnya sehingga dapat mengurangi kecemasan
2. Berikan penyuluhan perawatan kehamilan tentang
a. Nutrisi ibu hamil d. Istirahat/tidur
b. Personal Hygiene e. Aktifitas
c. Eliminasi f. Kehidupan seksual
R/ Untuk meningkatkan pengetahuan ibu, sehingga kesejahteraan ibu dan janin tercapai dan mencegah terjadinya komplikasi
3. Jelaskan keluhan-keluhan TM III dan cara mengatasinya
R/ Menambah pengetahuan ibu, sehingga ibu mampu beradaprasi dan mengatasi masalahnya.
4. Jelaskan tentang tanda bahaya kehamilan yang perlu mendapat pertolongan segera.
R/ Ibu bisa mengantisipasi dan mencari pertolongan bila terjadi penyakit pada dirinya
5. Jelaskan pada ibu tentang tafsiran persalinan dan tanda-tandanya
R/ Ibu dapat mendeteksi tanda persalinan dan segera datang pada pusat pelayanan kesehatan
6. Jelaskan pada ibu tentang persiapan persalinan untuk ibu dan janin
R/ Ibu memahami kebutuhan yang harus dipenuhi untuk persalinan dan identitfikasi kebutuhan untuk antisipasi keadaan darurat.
7. Berikan penyuluhan tentang perawatan bayi dan KB untuk ibu menyusui
R/ Menambah pengetahuan ibu sehingga ibu bisa melakukan perawatan sendiri dan mampu memilih KB yang sesuai untuk dirinya
8. Berikan tablet tambah darah
R/ Kebutuhan Fe terpenuhi sehingga anemia dapat teratasi dan untuk persiapan persalinan
9. Motivasi ibu untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME
R/ Pesiapan mental dan spiritual untuk menghadapi persalinan
10. Anjurkan ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi atau nila ada keluhan
R/ Memantau kesehatan ibu dan janin serta mendeteksi bila terjadi kelainan pada ibu dan janin
Masalah yang sering muncul pada TM III
1. Sering kencing
Tujuan : Setelah dilakukan penyuluhan, masalah dapat teratasi
Kriteria : - Ibu mengerti penyebab sering kencing
- Pada malam hari ibu tidak sering terbangun untuk kencing
- Kebutuhan cairan terpenuhi
Intervensi
1. Jelaskan fisilogis sering kencing pada akhir kehamilan
R/ Ibu akan mengerti kalau sering kencing adalah hal yang normal dialami oleh ibu hamil
2. Anjurkan ibu agar jangan menahan kencing
R/ Mengurangi kemungkinan infeksi saluran kemih dan daerah sekitarnya
3. Anjurkan ibu untuk minum 8-10 gelas /hari
R/ Kebutuhan cairan terpenuhi
4. Sarankan ibu agar banyak minum di siang hari dan menguranginya pada malam hari (± 4 jam sebelum tidur untuk minum terakhir
R/ Memnuhi kebutuhan cairan ibu tanpa mengganggu kebutuhan istirahat tidur ibu
5. Sarankan pada ibu agar jangan sering minum teh atau kopi
R/ mengurangi keluhan sering kencing karena teh dan kopi dapat merangsang keinginan untuk kencing
2. Sesak nafas
Tujuan : Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan sesak nafas berkurang
Kriteria : - Ibu mengerti penyebab sesak nafas
- Ibu beradaptasi dengan keadaan
- Pernapasan 16-24 x/menit
Intervensi
1. Jelaskan tentang fisilogis sesak nafas pada akhir kehamilan
R/ Ibu mengerti penyebab sesak nafas sehingga tidak cemas dan kooperatif dalam tindakan kebidanan yang dilakukan
2. Sarankan pada ibu untuk menjaga posisi tubuh pada saat duduk dan berdiri.
R/ Perut tidak terlalu menekan diafragma sehingga sesak berkurang
3. Anjurkan ibu untuk tidur dengan bantal yang tinggi
R/ Dengan bantal yang tinggi akan mengurangi tekanan pada diafragma sehingga sesak berkurang.
4. Anjurkan ibu untuk makan sedikit-sedikit tetapi sering
R/ Makan berlebihan menyebabkan lambung teregang sehingga meningkatkan tekanan diafragma dan menyebabkan sesak nafas
5. Anjurkan ibu untuk memakai pakaian longgar
R/ pakaian longgar mengurangi tekanan pada dada/thorax dan perut sehingga sesak berkurang.
3. Nyeri Pinggang
Tujuan : Setelah dilakukan penyuluhan, masalah dapat teratasi
Kriteria : - Nyeri pinggang berkurang
- Aktifitas sehari-hari tidak terganggu
Intervensi
1. Jelaskan tentang fisilogis nyeri pinggang pada ibu
R/ Mengurangi kecemasan ibu sehingga ibu mampu beradaptasi dengan perubahan fisiologis tersebut
2. Menganjurkan ibu agar menghindari mengangkat benda berat dan pekerjaan yang melelahkan
R/ Meningkatkan kontraksi otot pada daerah pinggang sehingga suplai darah kurang dan merangsang reseptor nyeri
3. Menganjurkan ibu untuk tidak memakai sepatu/sandal berhak tinggi
R/ Sepatu/sandal berhak tinggi akan menambah sikap tubuh menjadi hiperlordose dan spasine otot-otot pinggang sehingga nyeri pinggang bertambah
4. Anjurkan ibu untuk memakai korset
R/ Korset dapat menyangga uterus dan mengurangi rasa nyeri pinggang
5. Anjurkan ibu untuk mengompres dengan air hangat pada pinggang bila timbul nyeri
R/ Kompres hangat akan meningkatkan vaskularisasi dari daerah pinggang sehingga nyeri berkurang
6. Anjurkan ibu untuk memijat atau mengurut pinggang bila timbul nyeri
R/ Pijatan atau urutan pinggang dapat meningkatkan relaksasi sehingga rasa nyeri akan berkurang
7. Anjurkan ibu agar melakukan senam hamil secara teratur
R/ Senam akan menguatkan otot pinggang dan memperlancar pembuluh darah
4. Obstipasi
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan, obstipasi dapat teratasi
Kriteria : - Ibu mengerti penyebab obstipasi
- BAB sekali sehari dengan konsisitensi lunak dan tidak nyeri
- Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Intervensi
1. Jelaskan pada ibu tentang penyebab obstipasi
R/ Mengurangi kecemasan ibu sehingga ibu mampu beradaptasi dengan keadaan
2. Anjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat (sayur dan buah)
R/ Makanan tinggi serat menjadikan feses tidak terlalu keras sehingga mempermudah pengeluaran feses
3. Anjurkan ibu untuk minum air hangat satu gelas tiap bangun pagi
R/ Minum air hangat akan merangsang peristaltik usus sehingga dapat merangsang pengosongan kolom lebih cepat
4. Anjurkan ibu untuk berjalan-jalan pagi ± 30 menit atau senam ringan
R/ Olahraga dapat memperlancar peredaran darah sehingga semua sistem tubuh dapat berjalan lancar termasuk sistem pencernaan
5. Anjurkan ibu untuk membiasakan pola BAB secara teratur
R/ Feses yang diekskresi secara teratur akan menghindari penumpukan dan pengerasan
5. Kram kaki
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan, obstipasi dapat diatasi sehingga ibu mampu beradaptasi dengan keadaan
Kriteria : - Ibu mengerti penyebab kram kaki
- Kram kaki berkurang
- Aktifitas sehari-hari tidak terganggu
Intervensi
1. Menjelaskan pada ibu tentang penyebab kram kaki
R/ Mengurangi kecemasan ibu
2. Anjurkan pada ibu untuk tidak berdiri atau duduk terlalu lama
R/ Mengurangi penekanan yang lama pada kaki sehingga aliran darah lancar
3. Anjurkan ibu untuk memijat daerah yang sakit
R/ Pemijatan meregangkan otot dan melancarkan peredaran darah
4. Anjurkan ibu untuk senam hamil secara teratur
R/ Senam hamil akan memperlancar peredaran darah dan suplai O2 ke jaringan sel tercukupi
6. Nyeri yang berhubungan dengan varises
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan, masalah dapat teratasi
Kriteria : - Keluhan nyeri berkurang
- Bendungan Vena di kaki tidak bertambah
Intervensi
1. Jelaskan pada ibu tentang fisiologis varises
R/ Mengurangi kecemasan ibu sehingga ibu mampu beradaptasi dengan keadaan
2. Anjurkan pada ibu untuk tidak berdiri atau duduk terlalu lama
R/ Berdiri atau duduk terlalu lama menyebabkan tekanan ke bawah semakin kuat sehingga peredaran darah tidak lancar dan mempermudah terjadinya bendungan vena
3. Anjurkan ibu untuk menghindari pakaian yang ketat
R/ Pakaian yang ketat akan menahan pembuluh darah sehingga aliran balik vena kava inferior terganggu dan varises bertambah
4. Anjurkan ibu untuk duduk atau tidur dengan kaki diangkat
R/ Untuk memperlancar peredaran darah balik (vena kava inferior)
5. Anjurkan ibu untuk tidak menyilangkan kaki bila duduk
R/ Peredaran darah terhambat dan memperberat terjadinya farises
6. Anjurkan ibu untuk memakai stoking bila bepergian
R/ Stoking yang lentur menahan tekanan pembuluh darah dan menimbulkan rasa nyaman
7. Nyeri pada ulu hati
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan, masalah dapat diatasi
Kriteria : - Nyeri ulu hati berkurang
- Ibu mampu beradaptasi dengan keadaan
Intervensi
1. Jelaskan fisiologis nyeri hati pada kehamilan
R/ mengurangi kecemasan ibu
2. Anjurkan pada ibu untuk makan sedikit demi sedikit
R/ Makan berlebihan akan menyebabkan lambung tegang sehingga meningkatkan tekanan dan berakibat nyeri ulu hati bertambah
3. Anjurkan ibu untuk bernafas panjang dan relaks untuk beberapa menit
R/ Mengendorkan otot perut dan dada
4. Anjurkan ibu untuk duduk tegak
R/ Duduk tegak dapat menyebabkan diafragma terangkat sehingga rongga abdomen lebih luas, tekanan dan nyeri berkurang
8. Odem kaki
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan, masalah dapat teratasi dan ibu dapat beradaptasi dengan keadaan
Kriteria : - Ibu mengetahui penyebab oedem kaki
- Oedem kaki berkurang
- Aktifitas sehari-hari tidak terganggu
Intervensi
1. Jelaskan pada ibu penyebab oedem kaki
R/ Mengurangi kecemasan ibu sehingga ibu bisa kooperatif dengan tindakan kebidanan yang dilakukan
2. Anjurkan pada ibu untuk menghindari pakaian yang ketat
R/ Pakaian ketat dapat membatasi dan menghambat aliran darah balik dari tungkai bagian bawah
3. Anjurkan ibu untuk duduk/istirahat dengan menaikkan kaki
R/ Memperlancar peredaran darah balik
4. Anjurkan ibu untuk tidur dengan posisi miring ke kiri
R/ Tidur terlentang bisa mengakibatkan penekanan pada vena kava inferior
5. Anjurkan ibu untuk mengenakan penopang abdominal
R/ meningkatkan penekanan pada vena-vena panggul
Tanggal :
Diagnosa : Primigravida, usia kehamilan 28-40 minggu, hidup/mati, tunggal/ganda, intra/extra uteri, situs bujur/lintang, habitus flexi/deflexi, puka/puki, presentasi kepala/bokong, keadaan panggul luar normal, KU ibu dan janin baik.
Implementasi
Setelah menyusun perencanaan tindakan, langkah selanjutnya adalah implementasi atau pelaksanaan tindakan. Tindakan dilakukan bidan dalam memberikan asuhan pada ibu primigravida trimester III, harus sesuai dengan rencana yang telah disusun berdasarkan pada diafragma dan masalah yang timbul.
Di dalam tahap ini bidan melakukan observasi sesuai dengan kriteria evaluasi yang telah direncanakan. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian di dalam tahap implementasi ini adalah :
· Intervensi yang dilakukan harus berdasarkan prosedur tetap yang lazim dilakukan.
· Pengamatan dilakukan secara cermat dan tepat sesuai dengan kriteris evaluasi yang ditetapkan
· Pengendalian keadaan pasien/klien sehingga berangsur-angsur menuju kondisi keadaan yang diharapkan
(Depkes RI, 1999 : 24-25)
Beberapa prinsip dalam melaksanakan tindakan kebidanan adalah sebagai berikut :
1. Tindakan kebidanan apa yang dapat dikerjakan sendiri, dibantu atau dilimpahkan kepada staf pembantunya, kepada klien atau keluarga dan dirujuk kepada tenaga lain dari team kesehatan.
2. Penguasaan pengetahuan dan ketrampilan bidan tentang tindakan yang dilakukan.
3. Mengamati hasil
4. Mencatat dan mengadakan konsultasi atau merujuk bila perlu
(Pusdiknakes 1998 : 131-132)
Langkah terakhir dari proses manajemen kebidanan adalah evaluasi. Evaluasi adalah tindakan pengukuran antara keberhasilan dan rencana. Bila melakukan evaluasi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam rencana kegiatan. Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan tindakan kebidanan yang dilakukan.
Hasil evaluasi dapat digunakan untuk kegiatan asuhan lebih lanjut bila diperlakukan, atau sebagai bahan peninjauan terhadap langkah-langkah di dalam proses manajemen kebidanan sebelumnya oleh karena tindakan yang dilakukan kurang berhasil.
(Depkes RI, 1999 : 26-27)
Beberapa hal yang perlu ditanyakan dalam mengevaluasi hasil tindakan, yaitu :
1. Apakah rencana sesuai kebutuhan?
2. Apakah diperlukan tambahan informasi?
3. Apakah perlu tambahan atau perubahan?
4. Lain-lain
Setelah evaluasi dilakukan, bidan perlu merencanakan apakah klien yang telah dilakukan tindakan kebidanan, perlu atau tidak dilakukan follow up. Apabila perlu dilakukan follow up, bidan harus merencanakan bentuk dan waktu yang komprehensif dan berkesinambungan.
(Pusdiknas, 1998: 132)
Tanggal / Jam Pengkajian : 13 - 7 - 2009 / Jam : 16.00 WIB
Tempat Pengkajian : RSB AL - HASANAH
A. Data Subyektif
1. Biodata Istri
Nama : Ny. “D”
Umur : 27 Tahun
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Swasta
Penghasilan : Rp. 500.000,-
Umur Kawin : 26 Tahun
Lama Kawin : 1 Tahun
Alamat : Jl. Sikatan Madiun.
Suami
Nama : Tn. “B”
Umur : 28 Tahun
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SLTA
Pekerjaan : Swasta
Penghasilan : Rp. 500.000,-
Umur Kawin : 27 Tahun
Lama Kawin : 1 Tahun
Alamat : Jl. Sikatan Madiun.
2. Keluhan Utama
-
3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan sekarang tidak sedang menderita penyakit dengan gejala batuk lama, tidak sembuh- sembuh, batuk darah (TBC), sering kencing, banyak makan, banyak minum (DM), penyakit tekanan darah tinggi, penyakit dengan nyeri dada, mudah lelah, trauma bila untuk beraktifitas (JANTUNG) sesak nafas, terdengar suara mengi saat bernafas (ASMA), penyakit dengan gejala tidak nafsu makan, mual muntah, nyeri ulu hati (HEPATITIS), penyakit dengan gejala nyeri saat kencing, keluar nanah dari kemaluan (TRICOMONIASIS), ibu tidak memelihara binatang seperti kucing, anjing dan burung (TROCH), dan saat ibu terkena pisau, darah cepat berhenti (HEMOFILI)
b. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak pernah mempunyai keluhan penyakit seperti banyak makan, banyak minum, sering kencing, luka tidak sembuh-sembuh, sesak nafas, tekanan darah tinggi, jantung berdebar-debar, batuk tidak sembuh-sembuh.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga
Di keluarga ibu atau suami tidak ada yang menderita penyakit menular seperti TBC, HIV AIDS, Hepatitis dan penyakit menurun seperti DM, Hipertensi, Asma, di dalam keluarga tidak ada keturunan kembar.
5. Riwayat kebidanan.
a. Riwayat Haid
Ibu menarche umur 14 tahun, siklus ± 28 hari, lama menstruasi 5-6 hari, banyaknya 3 kali ganti pembalut pada hari pertama dan ketiga, dan hari keempat dan keenam 2 kali ganti pembalut, tidak mengalami desminore, warna darah merah tua dan campur dengan bekuan darah, konsistensi encer, keputihan biasanya pada hari kelima sesudah haid dan keputihan yang keluar warnanya putih jernih, tidak gatal, tidak baud an jumlahnya sedikit.
HPHT 30 – 12 - 2008
b. Riwayat Kehamilan Sekarang
Ibu mengatakan ini kehamilannya yang pertama, usia kehamilan 8 bulan. Ibu rutin memeriksakan kehamilannya setiap 1 bulan di bidan. Pada awal kehamilan ibu mengalami mual muntah. Selama kehamilan ibu mendapatkan terapi tablet Fe, Vit C, kalk dan ibu juga diberikan nasehat tentang nutrisi, istirahat, personal hygiene, dan nasehat – nasehat lainnya. Ibu merasakan gerkan janin pada usia kehamilan 5 bulan.
c. Riwayat KB
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan KB apapun dan setelah melahirkan ibu berencana ingin menggunakan KB suntik 3 bulanan.
d. Riwayat Psikososial dan Budaya
Kehamilan ini direncanakan pasien dan suami. Suami dan keluarga merasa senang atas kehamilan pasien. Pasien tidak mempunyai pantangan makanan seperti makanan laut, nanas, telur, tidak ada pantangan tidur siang dan tidak ada kebiasaan pijat dalam keluarga, adat keluarga untuk ibu hamil selamatan 7 bulan dan 9 bulan (procotan), keluarga berharap anak laki-laki selama berinteraksi.
e. Riwayat Ketergantungan
Ibu mengatakan tidak mempunyai ketergantungan terhadap teh, kopi, rokok, alkohol dan obat-obatan.
6. Pola Kebiasaan Sehari-Hari
a. Pola nutrisi
- Sebelum hamil ibu makan 3 x sehari dalam porsi sedang. Kombinasi makanannya terdiri atas : nasi, sayur (bening, sop, asem), lauk-pauk (tahu, tempe, telur), minum 7-8 gelas sehari.
- Selama hamil nafsu makan ibu menurun, sehari makan 2-3 kali sehari dalam porsi kecil (6-7 sendok), kombinasi makanannya terdiri dari nasi, sayur, lauk-pauk ditambah dengan susu pada pagi dan malam hari, minum air putih 4-6 gelas sehari.
Ibu mengatakan muntah pada pagi hari 1-2 x, yang dimuntahkan air dan makanan.
b. Eliminasi
- Sebelum hamil ibu kencing 2-3 x/hari, konsistensi encer, warna kekuningan.
BAB 2 hari sekali, konsistensi lembek, warna kekuningan.
- Selama hamil ibu sering kencing 6-7 x/hari.
BAB setiap 2 hari sekali, konsistensi lembek, warna kekuningan.
c. Aktivitas
- Sebelum hamil ibu biasa melaksanakan pekerjaan rumah sendiri, seperti memasak, mencuci, mengepel.
- Selama hamil ibu mengurangi aktivitasnya sehari-hari karena mudah lelah.
Ibu mengatakan belum pernah mengikuti senam hamil.
d. Istirahat
- Sebelum hamil ibu mulai tidur malam pada jam 21.00 bangun jam 05.00 (± 8 jam), tidur siang jam 13.00-14.00 (1 jam) dan ibu mengatakan tidak ada gangguan.
- Selama hamil ibu tidur malam jam 21.00 bangun jam 05.00 (± 8 jam), ibu sering terbangun di malam hari untuk kencing. Tidur siang dari jam 12.00 – 14.00 (± 2 jam).
e. Personal Hygiene
- Sebelum hamil ibu mandi 2 x/hari dengan sabun, gosok gigi setiap habis makan dan sebelum tidur. Keramas 2 x/minggu, ganti pakaian setiap selesai mandi, ganti CD 2 x/hari, ganti BH 1 x/hari. Cebok setelah BAB/BAK.
- Selama hamil ibu mandi 2 x/hari dengan sabun, gosok gigi setiap habis makan dan sebelum tidur, keramas 2 x/minggu, ganti CD 2 x/hari, BH 1 x/hari, cebok setelah BAB/BAK.
f. Kehidupan Seksual
- Sebelum hamil hubungan suami istri dilakukan 2-3 x/minggu, tanpa ada keluhan.
- Selama hamil hubungan suami istri jarang dilakukan karena takut menyakiti janinnya dan ibu merasa cemas dan tegang menantikan saat yang ditunggu- tunggu yaitu saat persalinan.
B. Data Obyektif
HPL : 06 – 09 - 2009
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
2. Tanda- tanda vital
Tekanan Darah : 100/70 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 365°C
RR : 20 x/menit
3. Pengukuran Antropometri
LILA : 24 cm
BB sebelum hamil : 42 Kg
BB setelah hamil : 56 Kg
TB : 165 cm
4. Pemeriksaan fisik
Kepala
- inspeksi : Simetris, warna rambut hitam, tidak rontok, kulit kepala bersih, tidak ada luka, tidak berketombe, pertumbuhan rambut merata.
- palpasi : Tidak ada benjolan abnormal pada kepala.
Muka
- inspeksi : Muka tidak sembab, simetris
Mata
- inspeksi : Simetris, Sklera putih, tidak ikterus.
- palpasi : Konjungtiva palpebra merah muda.
Hidung
- inspeksi : Simetris, bersih tidak ada sekret.
- palpasi : Tidak ada benjolan yang abnormal.
Mulut
- inspeksi : Simetris, bersih, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi dan gigi berlubang, tidak berdarah,, tidak pucat dan bibir lembab.
Telinga
- inspeksi : Simetris, bersih tidak ada serumen, terdapat daun telinga, tidak mengeluarkan cairan.
Leher
- inspeksi : Simetris, bersih, tidak ada lesi.
- palpasi :Tidak ada bendungan vena jugularis, dan pembesaran kelenjar tiroid dan limfe.
Payudara
- inspeksi : Simetris, bersih, payudara membesar, puting susu menonjol, terdapat hiperpigmentasi areola.
- palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan abnormal, kolostrum (+)
- auskultasi : Tidak ada wheezing dan ronchi.
Abdomen
- inspeksi : Simetris, bersih, perut membesar sesuai dengan usia kehamilan, terdapat linia nigra dan strie livide, tidak ada luka bekas oprasi..
- palpasi :
- Leopold I : TFU pertengahan PX dengan pusat, bagian fundus teraba bagian besar, lunak, bulat, tidak melenting yaitu bokong.
- Leopold II : Sebelah kanan uterus teraba bagian- bagian kecil janin dan sebelah kiri teraba bagian lebar, keras, seperti papan yaitu punggung (puki).
- Leopold III : Bagian bawah teraba bagian bulat, keras dan melenting yaitu kepala.
- Leopold IV :Tangan pemeriksa saling bertemuKonvergen
- Pemeriksaan Rumus Jonsen- Tausak
TBJ = (TFU – 12) x 155 (Mc. Donald:26 cm)
= (26 - 12) x 155
= 14 x 155
= 2190 gram
- Auskultasi
DJJ : - Pactum maximum (PM) terdengar pada satu titik. (11,12,11) 136 x/ menit .
- Perkusi : Tidak kembung
Genetalia
- inspeksi : Simetris, tidak ada oedema, tidak ada varises, tidak ada condiloma acuminata dan condiloma matalata, bersih, tidak ada perdarahan pervaginam.
- palpasi : Tidak ada benjolan yang abnormal, tidak ada pembengkaan kelenjar bartholini.
Anus
- Inspeksi : Simetris, bersih, tidak ada hemoroid.
Ekstremitas
Atas
- inspeksi : simetris, tidak ada kelainan dalam bentuk tidak ada bekas luka dan jumlah ektremitas, tidak terdapat syndaktil ataupun polydaktil.
- palpasi : Tidak ada benjolan yang abnormal, tidak oedema, tangan kanan kiri bisa digerakkan dengan bebas.
Bawah
- inspeksi : simetris, tidak ada kelainan dalam bentuk dan jumlah ektremitas, tidak terdapat syndaktil ataupun polydaktil. tidak ada bekas luka, tidak ada varices.
- palpasi : Tidak ada benjolan yang abnormal, tidak oedema, kaki kanan kiri bisa digerakkan dengan bebas.
- perkusi : reflek patela +/+
5. Pemeriksaan Panggul Luar
Distansia spinarum : 24 cm
Distansia Cristarum : 28 cm
Conjugata Eksterna : 19 cm
Lingkar Panggul : 84 cm
6. Pemeriksaan Laboratorium
- Darah : HB 12 gr %,
- Urine : - Reduksi (-)
II. IDENTIFIKASI MASALAH DAN DIAGNOSA
Tanggal :13 Juli 2009 Jam : 16.15 WIB
Diagnosa : GIP00000 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, situs membujur, habitus fleksi, punggung kiri, persentasi kepala, intrauterin, ukuran panggul dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin baik.
DS : - Ibu mengatakan hamil pertama usia kehamilan 8 bulan.
- Ibu mengatakan mulai merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 5 bulan dan sampai sekarang janin masih bergerak.
- HPHT : 30 – 12 – 2008
DO : - HPL : 06 – 0 – 2009
- TFU 26 cm
- TBJ 2190 gram
- Leopold I : TFU pertengahan PX dengan pusat, bagian fundus teraba bagian besar, lunak, bulat, tidak melenting yaitu bokong.
- Leopold II : Sebelah kanan uterus teraba bagian- bagian kecil janin dan debelah kiri teraba bagian lebar, keras, seperti papan yaitu punggung (puki).
- Leopold III : Bagian bawah teraba bagian bulat, keras dan melenting yaitu kepala. (belum masuk PAP)
- Leopold IV : Tangan pemeriksa saling bertemu Konvergen.
-DJJ (11.12.11) 136 x/menit
- Tanda- tanda vital
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 365°C
RR : 20 x/menit
- Pengukuran Antropometri
LILA : 24 cm
BB sebelum hamil : 42 Kg
BB setelah hamil : 56 Kg
TB : 165 cm
- Pemeriksaan Panggul Luar
Distansia spinarum : 24 cm
Distansia Cristarum : 28 cm
Conjugata Eksterna : 19 cm
Lingkar Panggul : 84 cm
- Pemeriksaan Lab :
- Darah : HB 12 %
- Urin : protein (-), reduksi (-)
- Pemeriksaan penunjang lain (-)
-
- Penyuluhan tentang kebutuhan cairan ibu hamil
- Pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur
Tanggal : 13 Juli 2009 Jam : 16.15 WIB
Diagnosa : GIP00000 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, situs membujur, habitus fleksi, punggung kiri, persentasi kepala, intrauterin, ukuran panggul dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin baik.
Tujuan : - Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan 1 x 60 menit diharapkan ibu dapat memahami prnjelasan yang diberikan.
- Ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan sejahtera.
- Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan kehamilan normal sampai aterm .
- Kehamilan tidak ada penyulit yang mempengaruhikehamilan dan persalinannya.
Kriteria Hasil : - Ibu mengerti dan memahami tentang kehamilannya.
- Kehamilan normal sampai aterm dan tidak ada penyulit seperti perdarahan dari jalan lahir, ketuban pecah sebelum waktunya, penglihatan kabur dan timbul bengkak pada kaki/ tangan.
- Ibu teratur memeriksakan kehamilannya.
- TTV dalam batas normal
TD : 100/60 – 130/90 mmHg
N : 76 x/menit – 88 x/menit
R : 16-24 x/menit
S : 36,5 – 37,5 °C
Intervensi :
1. Informasikan keadaan kehamilannya kepada Ibu.
R/ ibu menjadi tenang mengetahui keadaan janinnya sehingga ibu bersikap kooperatif terhadap tindakan - tindakan yang diberikan petugas.
2. Jelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan (laboratorium).
R/ Pengetahuan yang cukup tentang keadaan ibu, meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan kehamilan.
3. Anjurkan kepada ibu untuk mengkonsumsi yang adekuat, yaitu cukup kalori, protein, vitamin, mineral dan serat.
R/ Pemeliharaan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
4. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup.
R/ Istirahat untuk memenuhi metabolik berkenaan dengan pertumbuhan jaringan ibu dan janin.
5. Jelaskan kepada ibu tentang kegawatdaruratan yang mungkin terjadi.
R/ Ibu menjadi mengerti kegawatdaruratan pada kehamilan.
6. Berikan penjelasan tentang perubahan sexual pada waktu hamil.
R/ Ibu dapat memahami tentang perubahan-perubahan fisiologis (penurunan kadar libido) yang dapat mempengaruhi pola sexual.
7. Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan payudara.
R/ Mempersiapkan proses menyusui setelah melahirkan.
8. Jelaskan tanda – tanda persalinan kepada ibu.
R/ Ibu dapat menentukan mulai kapan ibu memasuki fase persalinan dan siap pergi ke Rumah Sakit.
9. Beritahu ibu mengenai persiapan – persiapan persalinan.
R/ Persalinan dapat mempengaruhi kesiapan diri.
Tanggal : 13 Juli 2009 Jam : 16.15 WIB
Diagnosa : GIP00000 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, situs membujur, habitus fleksi, punggung kiri, persentasi kepala, intrauterin, ukuran panggul dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin baik.
.
Implementasi :
1. Memberikan penjelasan kepada Ibu bahwa usia kehamilannya sekarang 32 minggu, keadaan ibu dan janin baik.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan laboratorium
- Darah : HB 12 %
- Urin : protein (-), reduksi (-)
- Pemeriksaan penunjang lain (-)
3. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi yang adekuat yaitu cukup kalori, protein, mineral, vitamin dan serat setiap hari yang diperoleh dari nasi, lauk, sayur, buah (makanan sebelum hamil diberi extra susu, buah/sari buah, telur) minuman cukup ± 2 liter/hari serta makanan ringan (biskuit).
4. Menganjurkan kepada ibu untuk istirahat cukup.
Yaitu :
- Tidur siang ± 1-2 jam/hari.
- Tidur malam ± 8 jam/hari.
5. Menjelaskan kepada ibu tentang kegawatdaruratan pada kehamilan yaitu : mual muntah lebih sering (hiperemesis), abortus, pusing yang hebat, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dll.
6. Memberikan penjelasan/informasi tentang perubahan pola seksual pada waktu hamil.
- Menjelaskan kepada ibu dan suami untuk tidak melakukan hubungan seksual karena ada riwayat keguguran.
- Hubungan seksual boleh dilakukan dengan syarat harus berhati-hati atau menggunakan kondom.
- Menjelaskan alternatif yang dapat mengurangi kedalaman penetrasi.
7. Menganjurkan pada ibu untuk perawatan payudara dengan cara mengompres kedua puting payudara selama 3 menit dengan kapas berminyak, kemudian kedua telapak tangan dibasahi minyak kelapa, kedua telapak tangan diletakan antara kedua payudara kemudian di urut memutar sebanyak 20 – 30 kali, telapak tangan kiri menopang payudara kiri kemudian jari kelingking tangan kanan mengurut payudara ke arah puting susu dan sebaliknya, sebanyak 20- 30 kali.
8. Menjelaskan tanda – tanda persalinan kepada ibu
1. Nyeri melingkar dari pinggang memancar ke perut bagian bawah depan.
2. His teratur.
3. Makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya.
4. Keluarnya lendir dan darah dari jalan lahir.
5. Keluarnya cairan banyak dari jalan lahir.
10. Memberitahu ibu mengenai persiapan – persiapan persalinan duantaranya meliputi biaya, kendaraan, pakaian untuk bayi dan ibu, serta penolong persalinan yang dipilih.
Tanggal :13 Juli 2009 Jam : 16.45 WIB
S : Ibu mengatakan sudah mengengerti dan memahami yang dijelaskan oleh petugas.
O : Ibu mampu menjelaskan kembali tentang kegawatdaruratan pada kehamilan, perubahan pola seksual pada waktu hamil, perawatan payudara, tanda – tanda persalinan, persiapan – persiapan persalinan.
A : GIP00000 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, situs membujur, habitus fleksi, punggung kiri, persentasi kepala, intrauterin, ukuran panggul dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin baik.
P : - Observasi status gizi.
- Anjurkan ibu untuk senam hamil.
- Anjurkan ibu untuk perawatan payudara.
- Kembangkan rencana asuhan
- Kunjungan ulang 1 bulan lagi.
BAB IV
PEMBAHASAN
KESENJANGAN ANTARA TEORI DAN KASUS
Asuhan kebidanan pada Ny”D” GI P00000 yang di laksanakan di RSB AL-HASANAH Madiun oleh mahasiswa. Pelaksanaannya di mulai dengan melakukan pengkajian meliputi data subyektif dan obyektif. Dari pengkajian tersebut di temukan masalh – masalah yang muncul pada ibu hamil serta dapat ditentukan diagnosa kebidanan.
Kesimpulan :
I. Pengkajian
Data anamnesa yang dikaji pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.
II. Identifikasi masalah diagnosa
Identifikasi masalah pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.
III. Antisipasi masalah potensial
Antisipasi masalah potensial pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.
IV. Identifikasi kebutuhan segera
Identifikasi Kebutuhan segera pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.
V. Intervensi
Intervensi adalah perencanaan tindakan pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.
VI. Implementasi
Implementasi sdalah pelaksanaan tindakan pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.
VII. Evaluasi
Evaluasi pada ibu hamil tersebut diambil langsung dari hasil pemeriksaan pada ibu tersebut dan tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus jadi dapat disimpulkan bahwa ada kesamaan antara teori dan kasus.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dalam pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ny “D” GI P00000 hamil normal dengan usia kehamilan 32 minggu dapat disimpulkan :
1. Pengkajian pada Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu diketahui data objektifnya adalah keadaan ibu baik, kesadaran composmentis.
2. Identifikasi Diagnosa Masalah berdasarkan pengkajian adalah Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu
3. Identifikasi Masalah Potensial pada Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu tidak ada indikasi.
4. Identifikasi Kebutuhan Segera dengan pemberian konseling tentang kebutuhan cairan pada ibu hamil trimester III dan pemenuhan istirahat tidur yang cukup
5. Perencanaan / intervensi pada Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu
1. Informasikan keadaan kehamilannya kepada Ibu.
R/ ibu menjadi tenang mengetahui keadaan janinnya sehingga ibu bersikap kooperatif terhadap tindakan - tindakan yang diberikan petugas.
2. Jelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan (laboratorium).
R/ Pengetahuan yang cukup tentang keadaan ibu, meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan kehamilan.
3. Anjurkan kepada ibu untuk mengkonsumsi yang adekuat, yaitu cukupkalori, protein, vitamin, mineral dan serat.
R/ Pemeliharaan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
4. Anjurkan ibu untuk istirahat cukup.
R/ Istirahat untuk memenuhi metabolik berkenaan dengan pertumbuhan jaringan ibu dan janin.
5.Jelaskan kepada ibu tentang kegawatdaruratan yang mungkin terjadi.
R/ Ibu menjadi mengerti kegawatdaruratan pada kehamilan.
6. Berikan penjelasan tentang perubahan sexual pada waktu hamil.
R/ Ibu dapat memahami tentang perubahan-perubahan fisiologis (penurunan kadar libido) yang dapat mempengaruhi pola sexual.
11. Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan payudara.
R/ Mempersiapkan proses menyusui setelah melahirkan.
12. Jelaskan tanda – tanda persalinan kepada ibu.
R/ Ibu dapat menentukan mulai kapan ibu memasuki fase persalinan dan siap pergi ke Rumah Sakit.
13. Beritahu ibu mengenai persiapan – persiapan persalinan.
R/ Persalinan dapat mempengaruhi kesiapan diri.
6. Implementasi pada Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu
1. Memberikan penjelasan kepada Ibu bahwa usia kehamilannya sekarang 32 minggu, keadaan ibu dan janin baik.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan laboratorium
- Darah : HB 12 %
- Urin : protein (-), reduksi (-)
- Pemeriksaan penunjang lain (-)
3. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi nutrisi yang adekuat yaitu cukup kalori, protein, mineral, vitamin dan serat setiap hari yang diperoleh dari nasi, lauk, sayur, buah (makanan sebelum hamil diberi extra susu, buah/sari buah, telur) minuman cukup ± 2 liter/hari serta makanan ringan (biskuit).
4. Menganjurkan kepada ibu untuk istirahat cukup.
Yaitu :
- Tidur siang ± 1-2 jam/hari.
-Tidur malam ± 8 jam/hari.
5. Menjelaskan kepada ibu tentang kegawatdaruratan pada kehamilan yaitu : mual muntah lebih sering (hiperemesis), abortus, pusing yang hebat, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dll.
6. Memberikan penjelasan/informasi tentang perubahan pola seksual pada waktu hamil.
- Menjelaskan kepada ibu dan suami untuk tidak melakukan hubungan seksual karena ada riwayat keguguran.
- Hubungan seksual boleh dilakukan dengan syarat harus berhati-hati atau menggunakan kondom.
- Menjelaskan alternatif yang dapat mengurangi kedalaman penetrasi.
7. Menganjurkan pada ibu untuk perawatan payudara dengan cara mengompres kedua puting payudara selama 3 menit dengan kapas berminyak, kemudian kedua telapak tangan dibasahi minyak kelapa, kedua telapak tangan diletakan antara kedua payudara kemudian di urut memutar sebanyak 20 – 30 kali, telapak tangan kiri menopang payudara kiri kemudian jari kelingking tangan kanan mengurut payudara ke arah puting susu dan sebaliknya, sebanyak 20- 30 kali.
8. Menjelaskan tanda – tanda persalinan kepada ibu
1. Nyeri melingkar dari pinggang memancar ke perut bagian bawah depan.
2. His teratur.
3. Makin lama makin pendek intervalnya dan makin kuat intensitasnya.
4. Keluarnya lendir dan darah dari jalan lahir.
5. Keluarnya cairan banyak dari jalan lahir.
7. Evaluasi pada Ny “D” GI P00000 UK : 32 minggu :
S : Ibu mengatakan sudah mengengerti dan memahami yang dijelaskan oleh petugas.
O : Ibu mampu menjelaskan kembali tentang kegawatdaruratan pada kehamilan, perubahan pola seksual pada waktu hamil, perawatan payudara, tanda – tanda persalinan, persiapan – persiapan persalinan.
A : GIP00000 usia kehamilan 32 minggu, janin hidup, tunggal, situs membujur, habitus fleksi, punggung kiri, persentasi kepala, intrauterin, ukuran panggul dalam batas normal, keadaan umum ibu dan janin baik.
P : - Observasi status gizi.
- Anjurkan ibu untuk senam hamil.
- Anjurkan ibu untuk perawatan payudara.
- Kembangkan rencana asuhan
- Kunjungan ulang 1 bulan lagi.
Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah :
Tahap pengumpulan data dasar dilakukan dengan metode yang ada dalam penelitian ini dilakukan metode observasi, anamnesa dan pemeriksaan fisik.Data yang didapat berupa data subyektif dan data obyektif yang diperoleh dari pasien dan keluarga.
5.2 Saran
1. Untuk Petugas Kesehatan
Meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik sehingga kejadian anemia pada ibu hamil bias dicegah.
2. Untuk Masyarakat
Agar masyarakat kususnya ibu hamil bisa menerapkan pola hidup hidup sehat dengan konsumsi makanan yang bergizi untuk mencegah anemia.
3. Untuk Mahasiswa atau Praktikan
Manggali ilmu semaksimal mungkin untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa tentang masalah – masalah yang terjadi pada ibu hamil.